Selasa, 7 April 2026

Waduh, Sudah 441 Hewan Ternak di Klaten Suspek Penyakit Mulut dan Kuku

Kepala DKPP Klaten, Widiyanti mengakui, tingkat penyebaran virus PMK ke hewan ternak sangat tinggi hingga mencapai 99 persen

Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Dokumentasi DKPP Bintan
ilustrasi hewan ternak 

KLATEN, TRIBUNBATAM.id - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Jawa Tengah mencatat, sudah 441 hewan ternak di sana dinyatakan suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Dari jumlah itu, kasus penyebaran terbanyak berada di wilayah Kecamatan Ngawen.

Kepala DKPP Klaten, Widiyanti mengakui, tingkat penyebaran virus PMK ke hewan ternak sangat tinggi hingga mencapai 99 persen.

"Misalnya dalam satu kandang ada satu ternak yang kena maka yang lainnya akan kena karena tingkat penularan sampai 99 persen," sebutnya saat ditemui di Pendopo Pemkab Klaten, Senin (6/6/2022).

Menyikapi kasus PMK ini, pihaknya telah menginstruksikan 13 dokter hewan dan 15 paramedik veteriner yang bertugas di DKPP Klaten untuk ambil peran dalam penanggulangan virus PMK tersebut.

Widiyanti menegaskan, penyebab penyebaran PMK di daerah itu karena adanya ternak baru yang masuk ke sejumlah kecamatan.

Maka dari itu, ia meminta masyarakat menghentikan aktivitas pembelian hewan ternak dari luar daerah, terutama daerah yang banyak kasus PMK dan pembelian di dalam wilayah Klaten sendiri.

Sementara itu, Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan pihaknya sudah memaksimalkan pengawasan lalu lintas ternak guna menekan penyebaran kasus PMK di Klaten.

Baca juga: Pasar Baru I Tanjungpinang Krisis Daging Sapi Segar Jelang Idul Adha Imbas PMK

Baca juga: Perintah Jokowi, Bintan Bentuk Satgas Antisipasi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

"Kita sudah memaksimalkan untuk menekan penyebaran kasus PMK ini dengan mengawasi blantik dan memperketat arus lalu lintas ternak," ucapnya.

Ia juga meminta, masyarakat agar punya kesadaran untuk sama-sama memutus mata ratai PMK dengan mematuhi aturan yang telah diterapkan oleh Pemkab Klaten.

"Masyarakat harus punya tanggung jawab juga karena penularan yang sangat cepat sekali. Tapi tidak perlu panik dan kita bisa mengatasi bersama untuk perketat daerah yang kasusnya masif. Kita akan koordinasi dengan pusat dan pemprov untuk lakukan vaksin," imbuhnya.

Disamping itu, ia juga mengatakan jika kasus terus naik, penutupan pasar hewan yang bakal berakhir pada Selasa (7/6/2022) besok bisa untuk diperpanjang.

Sebelumnya, seluruh pasar hewan di daerah itu telah ditutup selama 14 hari mulai 25 Mei hingga 7 Juni 2022 besok.

"Kemungkinan penutupan pasar hewan diperpanjang memang ada. Kita sudah lakukan kajian tapi kita lihat kondisi besok," katanya. (tribunjogja.com/Almurfi Syofyan)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Kasus PMK di Klaten Kian Melonjak, Tercatat 441 Hewan Ternak Suspek PMK hingga Saat Ini

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved