Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

Pasar Baru I Tanjungpinang Krisis Daging Sapi Segar Jelang Idul Adha Imbas PMK

Ketersediaan daging sapi segar di Pasar Baru I Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) mjulai menipis jelang Idul Adha imbas Penyakit Mulut & Kuku (PMK)

Penulis: Rahma Tika | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Rahma Tika
Pedagang sapi segar di pasar Baru I Tanjungpinang, Wirman saat dijumpai di lapaknya, Kamis (2/6/2022). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Stok daging sapi segar di Pasar Baru I Tanjungpinang mulai sukar ditemukan.

Bahkan belum mendekati pukul 09.00 WIB, daging sapi segar sudah kosong di lapak pedagang ibu kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu.

Wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada hewan sapi dan kambing ini membuat penjual sapi kesulitan untuk memperoleh sapi dari luar Tanjungpinang.

Seperti yang dirasakan oleh Wirman, pedang daging sapi segar di tiga pasar tersebut mengaku hanya bisa bergantung pada enam sapi yang masih hidup saja.

Saat ini sapi yang ia miliki hanya tersisa enam ekor saja untuk dijual. Satu kilogram sapi segar ia jual dengan harga Rp 160 ribu.

“Sekarang ini memang stok daging segar kita dibagi-bagi ya, satu ekor sapi itu kita jual untuk dua hari, biasanya satu ekor sapi itu untuk dua hari, sekarang harus dibagi biar besoknya bisa dijual dan tidak kosong di sini,” ucap Wirman kepada TribunBatam.id, Kamis (2/6/2022).

Baca juga: Waspada PMK, Gubernur Ansar Terbitkan Surat Edaran untuk Kepala Daerah di Kepri

Baca juga: Antisipasi PMK Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2022, Ini Tindakan DP3 Anambas

Terkendalanya sapi yang masuk ke Tanjungpinang, membuat penjual sapi segar harus menjual setengah dari satu ekor sapi, sedangkan saat hari biasa pedagang bisa menjual satu ekor sapi.

“Satu ekor sapi ini beratnya sekitar 200 hingga 250 kilogram, karena sekarang kita bagi-bagi, jadi satu hari kita hanya bisa jual sekitar 100 kilogram daging saja,” sebutnya.

Kendati demikian yang membeli sapi segar ini lebih banyak penjual bakso dan pedagang warung makanan, sementara itu antusias masyarakat membeli sapi segar tidak lah banyak.

“Memang yang banyak beli ini pedagang bakso dan rumah makan, makanya cepat habis karena sudah banyak yang pesan,” sebutnya.

Dikatakan Wirman bahwa stok sapi yang ia ambil ini berasal dari daerah Lampung, akibat merebaknya wabah PMK saat ini sapi yang seharusnya tiba di Tanjungpinang menjadi terhenti keberangkatannya.

Baca juga: Waspada Wabah PMK, Gubernur Ansar Bentuk Satgas PMK di Kepri, Sekdaprov Jadi Ketuanya

Baca juga: Apa Itu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Pada Sapi dan Pengaruhnya ke Manusia?

Sementara itu salah satu pembeli yang baru saja mendatangi lapak Wirman harus merasakan kecewa karena daging sapi yang ingin ia beli sudah kosong atau stoknya habis.

“Saya baru aja sampai di pasar belum juga siang, dagingnya sudah habis, tadi sempat nanya juga di mana lagi ada yang jual, cuma katanya udah pada habis juga di tempat lain, jadi susah sekarang mau beli daging,” ujar Sisri yang datang ke lapak Wirman.(TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Berita Tentang Tanjungpinang

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved