Jarang Disadari, Ini Gejala Kutil Kelamin di Organ Intim
Selain pemeriksaan di rumah sakit, untuk mengetahui apakah memiliki penyakit kutil di kelamin kewanitaan dapat melalui pemeriksaan secara mandiri.
Pada wanita, kutil kelamin dapat muncul di area luar dan dalam vagina termasuk vulva, vagina, leher rahim, hingga dubur.
Benjolan tersebut juga muncul pada area mons pubis, daerah yang berbentuk segitiga, berambut dan terletak di atas tulang kemaluan, bibir, mulut, lidah serta tenggorokan.
Beberapa tanda dan gejala kutil kelamin akibat infeksi virus HPV lainnya yang bisa muncul ialah rasa gatal atau tidak nyaman di area genital.
Selanjutnya, terjadi perdarahan saat berhubungan intim dengan pasangan.
"Genital warts ini tidak memiliki keluhan yang khas. Sering kali tidak disadari, pasien biasanya datang keluhannya gatal, terus kadang keputihan," tutur Amelia.
"Waktu nanti kita periksa ditemukan juga ada genital warts dan ternyata genital warts-nya sudah cukup banyak. Enggak hanya di area kewanitaan, (tapi) sudah sampai di dalam lubang vagina bahkan sampai ke daerah dubur juga," sambung dia dikutip dari kompas.com.
Baca juga: Penyebab Jerawat di Organ Kewanitaan, Bisa Menyumbat Pori-pori Kulit
Baca juga: Wanita Perlu Waspada, Kenali Gejala dan Cara Mencegah Infeksi Jamur pada Organ Kewanitaan
Salah satu yang penting dilakukan adalah deteksi dini melalui pemeriksaan klinis langsung di rumah sakit.
Beberapa pemeriksaan yang dilakukan terkait kutil kelamin termasuk pembesaran optik (kolposkop), dan identifikasi genom HPV.
"Namun yang perlu sering dilakukan secara rutin yakni pemeriksaan klinis, tes asam asetat dan pap smear. Diagnosis yang tepat merupakan langkah awal sebelum pemberian terapi," jelas dr Amelia.
Cara mencegah kutil kelamin
Cara mencegah penularan kutil kelamin bisa dilakukan dengan setia pada pasangan seksual, menggunakan kondom atau pelindung untuk menurunkan risiko penularan, serta mengurangi konsumsi alkohol dan tidak merokok.
Di samping itu, pemberian vaksin HPV juga dinilai penting untuk mencegah infeksi virus yang bisa menyebabkan kanker serviks.
Pasalnya, kata Amelia, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia semakin meningkat.
Kondisi ini yang kemudian mendorong pemerintah mengumumkan wacana untuk mengurangi risiko kanker serviks, dengan pemberian imunisasi wajib pada anak perempuan usia SD kelas 5 dan kelas 6.
Dipaparkannya vaksin HPV yang diwajibkan pemerintah ditargetkan pada anak SD, karena kelompok usia ini belum mengalami menstruasi.
Baca juga: Kerap Dicukur, Ternyata Ini Manfaat Bulu Kemaluan Untuk Kesehatan Organ Vital Manusia
Baca juga: Bikin Heboh hingga Tuai Pujian Setelah Ngaku Operasi Kelamin, Lucinta Luna Diterawang Paranormal Ini
Maka, diharapkan di kemudian hari saat mereka sudah dewasa dan melakukan aktivitas seksual, risiko terkena kanker serviks lebih rendah.
Vaksin HPV pun bisa diberikan pada pasien yang sudah mengalami kutil kelamin, untuk mengurangi kekambuhan.
Hanya saja, penyakitnya harus sudah diobati terlebih dahulu.
Setelahnya dilakukan kontrol ulang agar vaksin bisa diberikan.
.
.
.
(TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-organ-kewanitaan_20161024_125215.jpg)