Pertamina dan PLN Kena Sentil Presiden Jokowi, Terima Subsidi Kemenkeu, Tak ada Efisiensi
Dua BUMN, Pertamina dan PLN kena sorot Presiden Jokowi setelah mendapat subsidi dari Kemenkeu tapi tak ada upaya untuk efisiensi.
TRIBUNBATAM.id - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kembali menyoroti Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Kali ini Presiden Jokowi menyinggung soal subsidi yang diberikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kepada Pertamina dan PLN.
Jokowi melihat belum ada upaya efisiensi yang dilakukan dua instansi ini meski menggunakan subsidi dari pemerintah.
Dalam kesempatan berbeda, Presiden Jokowi sebelumnya juga 'menyentil' sejumlah BUMN yang hanya bertumpu pada anggaran APBN tanpa berani mengambil langkah untuk bisa maju dan mandiri.
Saking geramnya, Presiden Jokowi menyebut untuk menutup BUMN yang tidak menunjukkan performa.
Baca juga: INI 8 Perguruan Tinggi BUMN yang Tawarkan Beasiwa bagi Lulusan SMA/SMK, Cek Syarat Daftarnya!
Baca juga: Tugas Khusus eks Panglima TNI Hadi Tjahjanto Jadi Menteri ATR/BPN dari Presiden Jokowi
Serta hanya dibantu dan mengandalkan Penyertaan Modal Negara (PMN).
Menurutnya, sejumlah BUMN dianggap terlalu sering mendapat proteksi hanya untuk menyelamatkan kondisi perseroan.
Kondisi ini menurutnya tidak hanya mengurangi nilai-nilai profesionalisme.
Tapi juga menghilangkan 'taring' BUMN.
"Ada subsidi dari Menkeu tanpa ada usaha efisiensi di PLN, di Pertamina. Ini yang dilihat kok enak banget. Mana yang bisa diefisiensikan, mana yang bisa dihemat, kemudian mana kebocoran-kebocoran yang bisa dicegah. Semuanya harus dilakukan di posisi-posisi seperti ini," tegas Presiden Jokowi saat membuka sidang kabinet terbatas di Kantor Presiden pada Senin (20/6/2022).
Presiden Jokowi kemudian meminta kepada kementerian, lembaga serta BUMN melakukan efisiensi belanja sebanyak-banyaknya.
Tujuannya agar pemerintah memiliki kelonggaran fiskal yang luas.
Sebab, kata Jokowi, pemerintah hingga saat ini masih berkomitmen terus memberikan subsidi kepada masyarakat.
Baca juga: Curhat Pelanggan PLN Kena Denda Rp 68 Juta VIRAL, Perusahaan Listrik Beri Penjelasan
Baca juga: Nelayan Natuna Susah Dapat Solar, DPRD Soroti Lemahnya Pengawasan Pertamina
"Meski beban fiskal negara saat ini berat, pemerintah sudah berkomitmen untuk terus memberikan subsidi kepada masyarakat. Baik yang berkaitan dengan BBM, terutama solar, yang berkaitan dengan gas dan listrik. Ini yang terus kita jaga," tambahnya.
BUMN Tak ada Saingan di Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/20-5-2021-presiden-jokowi.jpg)