Rabu, 22 April 2026

1.000 Orang Tewas Akibat Gempa di Afghanistan, Banyak Rumah Hancur Tinggal Puing

Gempa mengguncang wilayah Afghanistan Rabu (22/6/2022) dan setidaknya menewaskan 1.000 orang, sementara korban luka lebih dari 600 orang.

KOMPAS.com
Gempa mengguncang wilayah Afghanistan Rabu (22/6/2022) dan setidaknya menewaskan 1.000 orang, sementara korban luka lebih dari 600 orang. Ilustrasi gempa 

TRIBUNBATAM.id, KABUL - Gempa mengguncang wilayah Afghanistan Rabu (22/6/2022) dan setidaknya menewaskan 1.000 orang, sementara korban luka lebih dari 600 orang.

Jumlah korban diperkirakan akan bertambah seiring informasi mengalir dari desa-desa pegunungan terpencil.

Akibat gempa itu, rumah-rumah menjadi puing-puing dan mayat-mayat yang terbungkus selimut tergeletak di tanah.

Helikopter dikerahkan dalam upaya penyelamatan untuk mencapai yang terluka dan menerbangkan pasokan medis dan makanan, kata pejabat kementerian dalam negeri Afghanistan,Salahuddin Ayubi.

"Jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat karena beberapa desa berada di daerah terpencil di pegunungan dan akan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan rinciannya," katanya.

Gempa hari Rabu adalah yang paling mematikan di Afghanistan sejak 2002.

Baca juga: Singapura Temukan Satu Jasad Calon PMI Insiden Kapal di Batam, BP2MI Tunggu Informasi KBRI

Baca juga: Gubernur Ungkap Kendala Bangun Jembatan Batam Bintan, Singgung Kemampuan APBD Kepri

Gempa itu terjadi sekitar 44 km (27 mil) dari kota tenggara Khost, dekat perbatasan dengan Pakistan, kata Survei Geologi AS (USGC).

Pejabat manajemen bencana mengatakan sedikitnya 1.000 tewas dan 600 terluka. Namun, pejabat setempat menyebutkan jumlah korban luka lebih tinggi.

"1.000 tewas, 1.500 luka-luka, dan jumlah ini mungkin bertambah, banyak keluarga hilang. Orang-orang yang terluka telah dibawa ke Kabul dan Gardez," Mohammad Amin Hozaifa, direktur informasi dan budaya Paktika, mengatakan kepada Reuters.

Sebagian besar kematian yang dikonfirmasi berada di provinsi timur Paktika, di mana 255 orang tewas dan lebih dari 200 terluka. Di provinsi Khost, 25 orang meninggal dan 90 orang dibawa ke rumah sakit.

Haibatullah Akhundzada, pemimpin tertinggi Taliban yang berkuasa, menyampaikan belasungkawa dalam sebuah pernyataan.

Melakukan operasi penyelamatan akan membuktikan ujian besar bagi Taliban, yang mengambil alih negara itu Agustus lalu dan telah terputus dari banyak bantuan internasional karena sanksi.

Getaran dirasakan oleh sekitar 119 juta orang di Pakistan, Afghanistan dan India, kata EMSC di Twitter, tetapi tidak ada laporan segera mengenai kerusakan atau korban di Pakistan.

EMSC menyatakan gempa berkekuatan 6,1 skala Richter, meskipun USGC mengatakan gempa itu berkekuatan 5,9.

Menambah tantangan bagi pihak berwenang Afghanistan adalah banjir baru-baru ini di banyak daerah, yang menurut badan bencana telah menewaskan 11 orang, melukai 50 orang dan memblokir jalan raya.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved