Selasa, 28 April 2026

BATAM TERKINI

HARI Terakhir Pencarian, Enam PMI Masih Hilang di Laut, Tim SAR Sisir hingga Perbatasan Malaysia

Di hari terakhir pencarian enam PMI korban kapal tenggelam di Batam, Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian hingga perbatasan Malaysia.

Penulis: Beres Lumbantobing |
TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing
Tim SAR melakukan penyisiran pencarian korban kapal tenggelam di Perairan Nongsa Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Memasuki hari ketujuh operasi pencarian Pekerja Migran Indonesia (PMI) korban kapal tenggelam di Perairan Pulau Putri, Nongsa, Kamis (23/6/2022) area pencarian diperluas. 

Hari ini adalah hari terakhir pencarian para korban yang masih tersisa enam lagi menyusul ditemukannya satu jasad oleh Otoritas Singapura.

Tak ada metode khusus dalam pencarian ini.

Hanya saja, tim SAR gabungan bakal memperluas area pencarian dan kembali melakukan penyisiran di pesisir pantai.

Hingga Kamis (22/6/2022) pagi, tim SAR telah menambah area perluasan area operasi hingga ke perairan perbatasan Bintan - Malaysia, jarak itu sudah cukup jauh.

“Masih terus dilanjutkan, pencarian hingga sore nanti operasi SAR ditutup,” ujar Kepala Basarnas Tanjungpinang melalui kepala Pos SAR Batam, Reza, Kamis (23/6/2022) siang. 

Pencarian sudah sejauh 25 mil dan tim dibagi per area pencarian. 

“Kemarin area pencarian diangka 25 Mil. Jarak ini sudah cukup jauh dari kordinat kejadian kapal tenggelam,” kata Reza. 

Reza menyampaikan sampai hari ke-7 operasi SAR berlangsung, upaya tim SAR belum membuahkan hasil. 

“Sore ini operasi SAR akan dihentikan karena sudah memasuki hari ke-7. Sesuai SOP operasi SAR akan ditutup karena telah tujuh hari pencarian,” kata Reza.

Baca juga: Singapura Konfirmasi Kasus Cacar Monyet, Belasan Pramugari Langsung Dikarantina

Baca juga: INGIN Mandiri Seperti BP Batam, BP Bintan Bakal Kelola Kawasan Pelabuhan Teluk Sasah

Satu Orang Berhasil Ditemukan

Sebelumnya, jenazah calon PMI yang tewas tenggelam di Perairan Nongsa, Batam ditemukan Otoritas Singapura.

Kepastian jika jenazah tersebut merupakan salah satu calon PMI yang hilang dibuktikan dari identitas yang ditemukan bersama jasad tersebut.

Dalam data yang disampaikan tersebut, jenazah itu bernama Lalu Ahmat Sapii alias Mat merupakan warga Bunpek, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

Selain jasad korban ditemukkan juga sejumlah identitas diri seperti KTP atas nama yang bersangkutan, SIM C atas nama yang bersangkutan serta KTKLN (Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri) yang tidak berlaku lagi karena diterbitkan 27 Mei 2013.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved