PT BIB Resmi Kelola Bandara Hang Nadim Batam untuk 25 Tahun, Ini Tugas Besarnya
Kepala BP Batam Muhammad Rudi sebut PT Bandara International Batam (BIB) akan mengelola Bandara Hang Nadim selama 25 tahun. Ada tiga tugas besar BIB
Mencakup renovasi pembangunan terminal satu, membangun terminal dua, serta seluruh pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur sisi darat bandara.
Baca juga: BP Batam Teken Kerjasama dengan Konsorsium PT Bandara International Batam
Baca juga: Konsorsium Angkasa Pura I Bakal Kelola Bandara Hang Nadim Batam Selama 25 Tahun ke Depan
Sebelumnya diberitakan, Bandara Internasional Hang Nadim Batam akan segera menjalani renovasi dan pembangunan terminal baru.
Itu setelah adanya penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pengusahaan atau BP Batam dengan konsorsium PT Bandara International Batam.
Bandara yang dikelola BP Batam ini, beroperasi di lahan seluas 1.762 hektare dengan luas terminal mencapai 30.000 m⊃2;. Bandara ini memiliki landasan pacu terpanjang se-Indonesia, yaitu sepanjang 4.025 meter dan lebar 45 meter.
"PT Bandara Internasional Batam akan mengelola area seluas kurang lebih 350 hektare. Sisanya masih menjadi aset yang kami (BP Batam) kelola," ujar Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.
Adapun perjanjian kerja sama ini berlaku sampai 25 tahun ke depan. Selama 25 tahun tersebut, sebagian Bandara Hang Nadim akan dibangun dan dikelola oleh konsorsium, setelah itu bandara akan dikembalikan menjadi aset BP Batam.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, mengharapkan pelaksanaan pengembangan Bandara Hang Nadim Batam dapat segera dimulai paling lambat 6 bulan sejak penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Proyek dengan investasi senilai Rp 6,9 triliun ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada BP Batam.
Itu berupa pendapatan sebesar kurang lebih Rp 3,8 triliun, dan meningkatkan pelayanan penumpang dua kali lipat serta pelayanan kargo 1,5 kali lipat dalam lima tahun ke depan.
Menurutnya, hal ini dapat berpengaruh terhadap lalu lintas penerbangan baik mancanegara maupun domestik.
Batam dapat memaksimalkan akses ke pasar Tiongkok yang sedang berkembang, konektivitas ke pasar Korea Selatan, kemudian ekspansi hingga ke Malaysia, Bangkong Thailand, dan juga India. Serta penerbangan domestik menuju Makasar, Bali dan Lombok.
"Tentu juga dapat mendukung perjalanan haji dan umroh, mendukung pariwisata kolaboratif, mendorong Batam sebagai logistic aerocity," ujar Airlangga ketika menyampaikan sambutannya melalui daring, Selasa (21/12/2021).
Ia menambahkan, kekuatan konsorsium yang bekerja sama dengan BP Batam sangat mumpuni.
PT Angkasa Pura 1 telah mengelola 15 bandara di Indonesia, dengan estimasi 83,4 juta penumpang baik domestik dan mancanegara, serta sekitar 556 ribu ton kargo.
Sedangkan Incheon International Airport Company telah melayani 71 juta penumpang, 2,76 juta kargo, dan memiliki superprioritas rute antar benua, digerakkan 88 maskapai dan 52 negara destinasi.