Kamis, 21 Mei 2026

IDUL ADHA 2022

Identik dengan Kisah Nabi Ibrahim, Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji

Umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha tahun ini yang jatuh Ahad, 10 Juli 2022 yang ditandai dengan pemotongan hewan kurban sapi dan kambing

Tayang:
Tarbiyah
Ilustrasi Wukuf di Padang Arafah - Identik dengan Kisah Nabi Ibrahim, Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji 

TRIBUNBATAM.id - Umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha tahun ini yang jatuh Ahad, 10 Juli 2022.

Hari yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia ini identik dengan penyembelihan hewan kurban.

Lebaran kurban tidak lepas dari kisah Nabi Ibrahim yang melakukan pengorbanan atas perintah Allah SWT.

Banyak teladan yang dapat diambil dari Nabi Ibrahim, di mana Allah SWT berfirman dalam Surah An Nahl ayat 120 yang artinya: "Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang Imam (yang dapat dijadikan teladan), qaanitan (patuh kepada Allah), dan hanif, dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (yang menyekutukan Allah)."

Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail di Padang Arafah.

Padahal Nabi Ibrahim telah lama merindukan untuk memiliki buah hati (anak).

Namun, karena Nabi Ibrahim seorang yang patuh ia mendahulukan perintah Allah dengan cara menaati-Nya.

Perintah dari Allah SWT tersebut juga mendapat dukungan dari anaknya sendiri, bahkan meminta untuk segera melaksanakannya.

Baca juga: Inilah Kelompok Paling Berhak Menerima Daging Kurban di Idul Adha 2022

Baca juga: Amalan Sunnah Penambah Pahala Muslim saat Idul Adha 2022, Jangan Lupa Rapi

Dalam firman Allah SWT Surah Ash Shaffat ayat 102 yang artinya: "Maka tatkala anak itu sampai (pada usia sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: 'Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku sedang menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!'. Ia menjawab: 'Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."

Melihat kesetiaan dan ketakwaan Nabi Ibrahim, Allah SWT kemudian mengganti Nabi Ismail dengan hewan domba sebagai kurban.

Idul Adha merupakan hari di mana berbagi kebahagiaan di antara kaum Muslimin.

Adanya penyembelihan hewan kurban, umat Islam akan bergotong royong dan saling membantu satu sama lain.

Itu terlihat ketika penyembelihan dimulai hingga pembagian daging hasil penyembelihan.

Lalu mengapa Hari Raya Idul Adha disebut juga dengan Lebaran Haji?

Disebut sebagai lebaran karena tepat pada bulan Zulhijjah umat Islam di seluruh dunia sedang menjalankan rukun Islam kelima, yaitu ibadah haji yang berada di Masjidil Haram.

Pada 10 Zulhijjah atau bertepatan dengan Idul Adha, umat Islam yang menunaikan ibadah haji sedang melakukan rukun haji terakhirnya dengan penyembelihan hewan Kurban.

Baca juga: Tahun Ini, Gubernur Kepri Akan Salat Idul Adha di Tarempa Anambas

Baca juga: JUMLAH Hewan Kurban di Batam Turun Akibat PMK, Salat Idul Adha Digelar di 526 Titik

Seperti dilansir dari kompas.com, peristiwa Kurban berkaitan dengan ibadah haji.

Pada buku Di Balik 7 Hari Besar Islam (2012) karya Muhammad Sholikhin, Hari Raya Haji merupakan berkumpulnya umat Islam dunia, yang seharusnya menjadi ajang muktamar atau konferensi terbesar umat Islam sedunia untuk membahas persoalan-persoalan umat Islam.

Di mana itu ditandai dengan hari wukuf di Padang Arafah pada 9 Zulhijah.

Wukuf merupakan salah satu ritual dalam menunaikan ibadah haji yang mengajarkan untuk meninggalkan aktivitas sejenak (berdiam diri) di Arafah ketika mulai waktu tergelincir sampai terbenam matahari.

Padang Arafah adalah tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa setelah dipisahkan di dunia, dan merupakan tempat yang sakral bagi umat Islam.

Tempat tersebut juga menjadi tempat nabi Adam bertaubat, dan memperoleh petunjuk sebagai bekal menjalani kehidupan di bumi.

Bagi yang tidak berhaji disunahkan berpuasa pada 8-9 Zulhijah.

Itu sebagai simbol solidaritas dan pengorbanan untuk sesama manusia.

Dengan memakai pakaian ihram warna putih, para jamaah haji melaksanakan ibadah haji.

Baca juga: Pemko Tanjungpinang Akan Gelar Pawai Takbir Meriahkan Malam Idul Adha 2022

Baca juga: ASN Pemko Tanjungpinang Kumpulkan 33 Ekor Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2022

Bulan Zulhijah disebut juga dengan bulan besar, al syahr al akbar yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia.

Bahkan perayaan dan peringatannya, dalam konteks syariah lebih agung dibanding Hari Raya Idul Fitri.

Ini diindikasikan dengan beberapa hal yakni:

  1. Takbir yang dikumandangkan di hari raya (syawal) berlangsung semalam, sejak maghrib hari terakhir Ramadhan hingga pagi hari pertama lebaran saat Salat Ied. Sementara takbir untuk Idul Adha diperintahkan selama empat hari, sejak maghrib 10 Zulhijah disambung tiga hari tasyrik.
  2. Hari yang diharamkan berpuasa pada bulan syawal hanya satu hari saja. Sementara pengharaman puasa pada bulan haji berlangsung selama empat hari tanggal 10-13 Zulhijah.
  3. Hari Raya kurban ditandai dengan penyembelihan hewan kurban di seluruh dunia. Hewan kurban itu kemudian disalurkan kepada masyarakat umum sebagai sarana ketakwaan kepada Allah SWT.

.

.

.

(TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved