Sabtu, 25 April 2026

BERITA CHINA

Ancaman Jenderal China Buat Amerika Serikat Jika Terus Bela Taiwan

Pertemuan dua Jenderal antara China dan Amerika Serikat berlangsung panas terkait Taiwan. China menuntut AS untuk berhenti membalikkan sejarah.

Kompas.com
Ilustrasi antara China dengan Amerika Serikat. Dua Jenderal angkatan bersenjata dua negara itu bertemu dan saling melemparkan pernyataan menyudutkan terkait sikap mereka akan Taiwan. 

CHINA, TRIBUNBATAM.id - Perseteruan antara China dengan Amerika Serikat kembali terjadi.

Tepatnya setelah dua Jenderal saling melempar ancaman terkait sikap Amerika Serikat yang berada di belakang Taiwan.

Pertemuan secara virtual itu menyusul komentar berapi-api Menteri Pertahanan China Wei Fenghe pada konferensi keamanan regional bulan Juni 2022 di Singapura yang juga dihadiri oleh Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin.

Wei menuduh Amerika Serikat berusaha membajak dukungan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik untuk mengubah mereka melawan China.

Dengan mengatakan jika Amerika Serikat berusaha untuk memajukan kepentingannya sendiri dengan kedok multilateralisme.

Pada pertemuan yang sama di Singapura, Austin mengatakan China menyebabkan ketidakstabilan dengan klaimnya ke Taiwan dan peningkatan aktivitas militernya di daerah tersebut.

Kini China menuntut Amerika Serikat menghentikan 'kolusi' militer dengan Taiwan.

Baca juga: Ancaman China semakin Nyata, Bos FBI dan MI5 Bertemu, Ini yang Dibahas

Kepala Staf Gabungan China, Jenderal Li Zuocheng menegaskan kepada Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Mark Milley jika China tidak memiliki ruang kompromi pada isu-isu yang mempengaruhi kepentingan negara mereka.

Termasuk Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri, yang diklaim Beijing sebagai wilayahnya sendiri dan dianeksasi secara paksa jika perlu.

China mengklaim jika Taiwan merupakan bagian dari wilayah kekuasannya.

Sementara Taiwan menolak klaim Negeri Panda itu.

Serta mengklaim mereka merupakan negara yang merdeka.

Negeri pimpinan Xi Jinping itu kian gusar setelah Amerika Serikat berada dalam bayang-bayang Taiwan.

China semakin gusar setelah Amerika Serikat menjadi sekutu utama Taiwan dan pemasok utama senjata pertahanan, meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik formal.

"China menuntut AS ... berhenti membalikkan sejarah, menghentikan kolusi militer AS-Taiwan dan menghindari dampak terhadap hubungan dan stabilitas China-AS di Selat Taiwan," kata Li dalam laporan Associated Press, Jumat, (8/7/2022).

Baca juga: China Pangkas Masa Karantina Buat PPLN, Sebut Kasus Covid-19 Mulai Melandai

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved