Sabtu, 25 April 2026

BATAM TERKINI

Empat Tekong PMI Ilegal Ditangkap di NTB dan Batam, Diupah Jutaan Rupiah

Empat tekong PMI ilegal yang tenggelam di Periran Nongsa diamankan Polisi Polresta Barelang. Mereka ditangkap di dua lokasi yakni NTB dan Batam.

tribunbatam.id/Ronnye Lodo Laleng
Empat pelaku penyelundupan PMI ilegal yang ditangkap di Lombok, NTB (baju oranye) dihadirkan saat ekspose kasus di Mapolresta Barelang, Batam, Kamis (14/7/2022) 

Lanal mengerahkan Combat Boat Lanal Batam, perahu karet RHIB 01 dan RHIB 02 milik Lanal Batam. Bahkan, KRI Celurit 64I juga diperbantukan untuk membantu evakuasi korban.

Dalam waktu sekitar tiga jam, tim SAR TNI AL berhasil menyelamatkan 23 korban.

Dua PMI dirawat di rumah sakit sementara 21 orang diserahkan ke Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kepri, keesokan paginya.

Pencarian kembali dilanjutkan oleh Tim SAR, Jumat, namun tidak ada tambahan korban yang ditemukan.

Begitu juga sampai seminggu pencarian, Basarnas tidak menemukan korban tambahan sehingga totoal PMI yang dinyatakan hilang berjumlah enam orang.

Sedangkan satu jasad PMI ditemukan oleh Police Marine Singapura, Rabu (22/6/2022) pagi di perairan Batu Puteh.

Kepala BP2MI Kepri, Mangiring Sinaga mengatakan, jenazah tersebut teridentifikasi bernama Ahmat Sapii, beralamat di Bunpek, Desa Tumpak, Kec. Pujut, Kab.upaten Lombok Tengah Provinsi NTB.

Identitas jenazah diketahui dari berbagai dokumen yang ada di pakaian korban, yakni KTP, SIM C serta KTKLN (Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri) yang diterbitkan 27 Mei 2013 dan sudah tidak berlaku lagi.

Pemprov NTB menyebutkan, 30 PMI yang menjadi korban tersebut berasal dari berbagai daerah di NTB.

Dari Kabupaten Lombok Timur enam orang, Lombok Tengah (15) dan Lombok Barat (2).

Kasus tenggelamnya kapal pembawa PMI ilegal bukan yang pertama terjadi.

Akhir tahun lalu, ada dua kapal yang tenggelam dan memakan korban.

Namun kasus penyelundupan PMI masih terus berulang. Penyelundupan PMI yang umumnya akan dipekerjakan di Malaysia secara ilegal, merupakan salah satu kejahatan transnasional yang banyak terjadi di wilayah Kepri. (TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng)

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved