Breaking News:

BATAM TERKINI

Kisruh PPDB Batam, Anggota DPRD Kepri Minta Gubernur Fokus Bangun Sekolah

Anggota DPRD Kepri Uban Ingan Sigalingging memberi perhatian terkait kisruh PPDB Batam. Ia juga memberi solusi untuk Gubernur Kepri terkait hal ini.

TribunBatam.id/Hening Sekar Utami
Anggota DPRD Kepri Uba Ingan Sigalingging menyoroti polemik PPDB Kepri. Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Kepri fokus dalam membangun infrastuktur pendidikan. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Anggota DPRD Kepulauan Riau, Uba Ingan Sigalingging menyoroti Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB Kepri, khususnya yang terjadi di Batam.

Komisi IV DPRD Kepri ini meminta Pemerintah Provinsi fokus dalam membangun infrastruktur pendidikan terkait PPDB Batam ini.

Anggota DPRD Kepri ini juga menilai, saat ini infrastruktur pendidikan, khususnya di Batam sangat buruk.

Menurutnya pernyataan Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengenai adanya siswa titipan di suatu sekolah bukan menjadi solusi.

Seharusnya, kata Uba, Gubernur Kepri melalui Dinas Pendidikan Kepri bisa fokus membangun infrastruktur tersebut.

Baca juga: Penjelasan SMKN 7 Batam Soal Protes Orangtua yang Ngaku Sulit Mengakses Info PPDB

Permasalahan yang terjadi saat ini juga karena infrastruktur di kota Batam belum memadai.

“Sekarang saja anggaran kita untuk pendidikan sangat sedikit. Bahkan ada sekolah yang satu kelas 40 orang lebih,” ujar Uba usai meninjau SMAN 3 Batam dan SMKN 7 Batam, Jumat (15/7/2022).

Ia meminta agar Gubernur Kepri turut memperhatikan infrastruktur itu dan tidak hanya berfokus pada dugaan praktik titik-menitip siswa saja.

“Apa yang di sampaikan oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad terkait banyaknya titipan itu bukan solusi dan bukan penyelesaikan masalah ini bisa dibilang Gubernur lari dari masalah,” katanya.

Ia mengatakan, PPDB dari tahun ke tahun selalu jadi masalah.

Khususnya tingkat SMA di Batam.

Tidak seperti di kabupaten/kota lain di Kepri, apalagi ada dugaan suap-menyuap.

Baca juga: PPDB Batam, Kadisdik Kepri Sayangkan Orangtua Ngotot Anak Masuk Sekolah Favorit

“Seharusnya yang kita hindari itu jangan sampai ada suap saat PPDB itu yang dihindari praktek nyuap-menyuap itu di PPDB oflfine. Tetapi perlu di garis bawahi itu adalah oknum bukan sekolah. Sekolah tidak pernah melakukan ilegal,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menerima laporan yang terjadi di SMAN 3 Batam, terkait dugaan praktik titipan dari oknum tidak bertanggungjawab.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved