Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Korupsi Insentif Nakes, BKPSDM Bintan Proses Pemecatan dr Zailendra Permana

Penyidik Kejari Bintan sebelumnya mengungkap kasus korupsi insentif nakes dengan tersangka eks Kapus Sei Lekop, dr Zailendra Permana.

TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bintan, Edi Yusri memproses pemecatan oknum pegawai terjerat kasus korupsi intensif nakes yang telah mendapat vonis hakim, dr. Zailendra Permana. 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bintan sedang memproses pemecatan terhadap oknum pegawai, dr Zailendra Permana yang terjerat kasus korupsi.

Oknum pegawai yang sebelumnya dipercaya menjabat Kepala Puskesmas Sei Lekop terjerat kasus korupsi insentif tenaga kesehatan (nakes).

Kasus korupsi insentif tenaga kesehatan di Bintan ini, diketahui telah mendapat vonis hakim satu tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

Dokter Zailendra Permana terbukti melakukan tindak pidana korupsi yang terdapat kerugian negara.

Tidak hanya itu, yang bersangkutan juga dapat pidana tambahan uang pengganti sekira Rp 65,5 juta subsider 4 bulan penjara.

Baca juga: Mantan Kapus Sei Lekop Bintan Dituntut 3 Tahun Penjara Kasus Korupsi Insentif Nakes

"Untuk sanksi dan status ASN mantan Kepala Puskesmas Sei Lekop yang sudah divonis hakim sudah kami proses sesuai hukum disiplin dan lainnya," ungkap Kepala BKPSDM Bintan, Edi Yusri.

Ia menambahkan jika kasus korupsi yang menjerat eks Kapus Sei Lekop termasuk kasus berat dalam ketentuan kedisiplinan kepegawaian.

Dimana sanksi bagi pegawai yang terbukti melakukannya serta sudah berketetapan hukum tetap (incraht) dari pengadilan akan dijatuhi saksi pemberhentian atau pemecatan terhadap statusnya sebagai ASN.

Bahkan, selama proses hukum bersangkutan tidak menerima gaji dan tunjangan.

"Tapi untuk menjatuhi hukuman itu akan ditelaah dulu oleh tim kedisiplinan dari pembinaan kepegawaian," terangnya.

Tidak hanya dokter Zailendra Permana, Pemkab Bintan juga memproses 14 kapus lain yang ikut terlibat dalam kasus dugaan korupsi insentif tenaga kesehatan.

Baca juga: Sidang Korupsi Insentif Fiktif Nakes Puskesmas Sei Lekop Sebut Sejumlah Nama Selain Zailendra

Edi Yusri juga menjelaskan, dari kejaksaan juga sudah menyurati APIP Bintan terkait 14 kapus ini dan pihaknya juga sudah menerima suratnya.

"Jadi nanti kapus beserta tenaga medisnya akan dijatuhi sanksi kedisiplinan, dan mendapatkan pembinaan dari pemerintah daerah. Nantinya setelah kami terima, kami surati kembali ke Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memberikan tingkatan sanksinya. Untuk saat ini kita masih menunggu surat dari Dinkes terkait sanksi itu. Namun, berdasarkan ketentuan bisa teguran tertulis bahkan dapat dijatuhi sanksi penundaan kenaikan pangkat," tutupnya.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora)

Baca juga Berita Bintan TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved