Breaking News:

NATUNA TERKINI

Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Natuna Naik, Besarannya Capai 5 Persen

BPS Natuna mencatat angka kemiskinan dan pengangguran di Natuna tahun 2021 mengalami kenaikan. Penyebabnya lantaran daya beli masyarakat turun

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Muhammad Ilham
Kepala BPS Kabupaten Natuna, Wahyu Dwi Sugianto, saat dikonfirmasi di Kantornya, Senin (18/7/2022). BPS mencatat angka kemiskinan dan pengangguran di Natuna alami kenaikan pada tahun lalu. 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Angka kemiskinan di Natuna tahun 2021 naik sekitar 4,95 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 4 ribu jiwa.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Natuna, Wahyu Dwi Sugianto menyebut, tingginya angka kemiskinan sejalan dengan tingkat pengangguran.

BPS mencatat hingga Agustus 2021, tingkat pengangguran di Natuna juga naik menjadi 5,15 persen atau 2.192 jiwa dari jumlah angkatan kerja sebesar 42.535 jiwa.

Satu di antara sebab naiknya angka kemiskinan dan pengangguran di daerah terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini, diakibatkan pandemi covid-19.

Covid-19 yang melanda hampir di seluruh leading sector berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi serta meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan.

"Efek dari Covid-19 menurunkan daya beli masyarakat. Namun kalau Covid-19 ini hanya sebagian saja," kata Wahyu Dwi Sugianto, di Kantor BPS Kabupaten Natuna, Senin (18/7/2022).

Wahyu menuturkan pada tahun 2020, BPS mencatat angka kemiskinan sebesar 4,43 persen atau hampir 3.500 jiwa.

Baca juga: Pansus DPRD Batam Beberkan Evaluasi LKPj Walikota Tahun 2021, Soroti Angka Kemiskinan

Sedangkan Agustus 2020, angka pengangguran di Kabupaten Natuna terdata 1.644 jiwa atau 4,10 persen dari 40.130 jiwa angka kerja.

Data tersebut berasal dari sample hasil survei sensus Nasional (Susenas), survei tersebut dilakukan dua kali dalam satu tahun.

"Memang secara provinsi mengalami kenaikan. Tapi di Natuna tidak setinggi di daerah lain," katanya.

Selain Covid-19, indikasi penyebab naiknya angka kemiskinan dan pengangguran di Natuna lantaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tersendat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved