Breaking News:

ANAMBAS TERKINI

Narkoba di Anambas, Temuan 43 Paket Kokain Diduga Kuat Dari Jaringan Internasional

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Rudi Pranoto sebut temuan paket kokain di perairan Anambas diduga kuat berasal dari OPL wilayah Malaysia dan Thailand

tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Pemusnahan barang bukti narkotika jenis kokain dari hasil temuan sebanyak 43 bungkus di Polres Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (21/7/2022). 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Temuan 43 paket narkotika jenis kokain yang tersebar di sejumlah titik di perairan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri), terindikasi kuat dari sindikat jaringan internasional.

Dugaan itu sebagaimana dikatakan Wakapolda Kepri Brigjen Pol Rudi Pranoto saat memimpin ekspose pemusnahan barang bukti kokain, Kamis (21/7/2022) di hadapan sejumlah awak media di halaman Mapolres Anambas.

Ia mengatakan, barang haram berbentuk bubuk putih dengan bungkus hitam bertuliskan Paris France itu ditemukan terdampar di sejumlah titik pantai wilayah Pulau Jemaja.

"Ya indikasinya perairan wilayah Kepri ini telah dijadikan lintasan peredaran gelap narkotika jaringan internasional untuk dibawa ke negara tertentu," ucapnya.

Lebih rinci ia menjelaskan, barang bukti kokain itu diduga berasal dari out port limited (OPL) wilayah perairan Malaysia dan Thailand.

"Jadi karena cuaca ekstrem angin barat, kokain ini terbawa arus hingga ke perairan Anambas," ujarnya.

Baca juga: Polisi Musnahkan Temuan Kokain di Perairan Anambas, Pemilik Masih Misterius

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Kepri, Kombes Pol Ahmad David menambahkan, dari hasil identifikasi pihaknya bekerjasama dengan Direktorat 4 Bareskrim Polri, Bea Cukai RI, Direktorat Pol Airud, Bea Cukai Anambas dan Polres Anambas bahwa kokain tersebut berasal dari negara produksinya.

"Jadi sebagaimana yang kita ketahui di wilayah Australia penangkapan kokain, ya kita beranjak dari berbagai indikasi-indikasi bahwasanya barang ini bukan dari Malaysia atau Thailand tapi dari negera yang dikenal memproduksi itu dan tujuannya juga bukan ke Indonesia," terangnya.

Modus operandi pelaku diduga ship to ship atau dari kapal ke kapal.

"Untuk itu saat ini kita masih melakukan pendalaman atau proses penyelidikan terkait penemuan kokain ini agar diketahui siapa pemiliknya," sebutnya.

(Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved