8 Ciri Lowongan Kerja Palsu, Minta Uang ke Pelamar hingga Janji Bergaji Besar
Penipuan dengan modus lowongan kerja palsu kerap masih terjadi dan tidak sedikit masyarakat sudah jadi korban dengan cara memintai uang calon pelamar
TRIBUNBATAM.id - Di zaman serba canggih sekarang ini, penipuan seakan beradaptasi dan mengikuti zaman.
Pelaku dan kejahatan mengikuti tren yang berkembang dan menargetkan orang-orang yang lalai.
Salah satunya penipuan dengan modus lowongan kerja palsu, yang tidak sedikit masyarakat sudah jadi korban.
Bagi yang selalu awas, sebenarnya dapat dengan cepat mengetahui apakah lowongan kerja asli atau tidak.
Hal paling mencolong misalkan pemberi kerja akan meminta sejumlah uang kepada korbannya.
Permintaan uang biasanya dengan alasan biaya transportasi atau jasa penginapan calon pelamar.
Nah, sebelum tertipu dengan oknum yang membuat lowongan kerja palsu, berikut ciri-cirinya yang dilansir dari situs Career Development Center IT Telkom Purwokerto.
Baca juga: Bos Developer Perumahan di Tanjungpinang Diringkus Polisi Gegara Kasus Penipuan
Ciri Lowongan Kerja Palsu
1. Biaya
Hampir semua perusahaan yang membuka lowongan kerja tidak akan meminta pelamar untuk membayar biaya apapun termasuk pendaftaran.
Jika Anda yang bertemu dengan lowongan yang meminta biaya di awal sebagai syarat mengikuti tes atau wawancara, sebaiknya hindari.
Bila perlu laporkan kepada pihak berwajib agar modus penipuan lowongan kerja dapat diusut.
2. Menambah iming-iming
Selain biaya pendaftaran, lowongan kerja bodong biasanya menambah iming-iming lainnya yang membuat Anda tetap akan tertipu, meski sudah tahu jika lowongan tersebut adalah penipuan.
Karena itu, penting mengetahui ciri-ciri lowongan kerja palsu dan selalu berdoa sebelum dan saat berbicara dengan penawaran pekerjaan tapi belum pernah kenal sebelumnya.
Baca juga: Terpidana Kasus Penipuan Coba Kabur saat Masuk Kejari Lapor Kasus Korupsi
3. Menggunakan email gratis
Perusahaan resmi yang sudah memiliki reputasi biasanya menggunakan email resmi dengan domain website atau situs mereka.
Jika Anda mendapatkan lowongan atau undangan wawancara dari email gratisan, seperti gmail, yahoo, ymail, dan hotmail, Anda patut menaruh curiga.
Email gratisan bukan berarti email tersebut abal-abal.
Namun, penggunaan email gratis bisa dilakukan oleh siapa pun.
Artinya, bisa saja orang yang mengirim email dengan email gratisan kepada Anda adalah lowongan kerja palsu.
4. Alamat website mencurigakan
Selain email, perusahaan saat ini umumnya memiliki alamat website resmi mereka.
Hal ini sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan, khususnya perusahaan besar, untuk memiliki website mereka sendiri.
Biasanya lowongan kerja palsu menggunakan alamat situs website yang non resmi, seperti blogspot dan wordpress.
Baca juga: 3 Cara Cek Foto Palsu di Medsos agar Terhindar dari Hoax dan Penipuan
Jika demikian, sudah dipastikan lowongan kerja tersebut.
Namun ada juga lowongan kerja bodong yang menggunakan alamat website berbayar, seperti domain .com, .co.id, .web.id, .id, dan lainnya.
Luangkan sedikit waktu Anda untuk melakukan dan bertanya kepada pihak yang lebih tahu tentang perusahaan yang membuka lowongan kerja tersebut untuk mencari tahu apakah alamat website yang Anda terima resmi dari perusahaan resmi.
5. Mendapat panggilan interview mesti tidak melamar
Beberapa penipuan berkedok lamaran kerja juga biasa melancarkan aksinya dengan langsung memanggil ke tahap interview atau wawancara meskipun korban tidak melamar.
Anda perlu berhati-hati, terlebih jika Anda merupakan tipe orang yang sering terburu-buru dan cepat gembira dengan banyak hal.
Kecuali, Anda memang memiliki network di LinkedIn yang sudah jelas statusnya sebagai orang berprofesi sebagai headhunter.
Karena, headhunter ini memiliki tugas mencari kandidat yang berpotensi bisa mengembangkan perusahaannya.
Baca juga: Penipuan Modus Arisan Berakhir Damai, Ibu Muda Nekat Gelapkan Uang Demi Kebutuhan Hidup
6. Lowongan dibagikan melalui broadcast dan SMS
Ciri-ciri lowongan kerja palsu selanjutnya adalah informasi lowongan yang disebarkan atau dibagikan melalui broadcast dan SMS
Perusahaan resmi biasanya memiliki website dan platform sendiri yang berfungsi untuk memberikan informasi lowongan kerja yang resmi.
7. Alamat kantor yang jauh dari domisili
Hati-hati dengan perusahaan yang mengaku memiliki cabang di daerah lain selain yang ada di website resminya.
Tanda-tanda atau ciri-ciri lowongan pekerjaan palsu adalah mereka memberikan informasi alamat kantor yang jauh dari lokasi tempat Anda tinggal.
Hal ini dikarenakan, semakin korban jauh dari kandang sendiri, semakin mudah ditipu.
8. Iming-iming gaji yang besar
Ciri-ciri lowongan kerja palsu selanjutnya adalah iming-iming atau imbalan gaji yang besar.
Setiap orang pasti menginginkan gaji yang besar meskipun dengan kriteria pengalaman atau pendidikan yang tidak terlalu tinggi.
Namun, Anda patut curiga jika menerima lowongan kerja yang langsung memberikan nominal gaji bahkan melebihi standar pada umumnya.
Upah atau gaji yang diberikan perusahaan biasanya sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab.
Jika Anda mendapat tawaran lowongan kerja dengan posisi dan tanggung jawab yang tidak terlalu berat bergaji setara manajer atau supervisi, sebaiknya Anda tolak karena berpotensi penipuan atau palsu.
Baca juga: VIRAL Penipuan Pakai Transaksi QRIS, Begini Jawaban Bank Indonesia Kepri
.
.
.
(TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/loker-ilustrasi.jpg)