Breaking News:

PEMKO BATAM

Batam Raih Peringkat Pertama Mampu Tekan Angka Stunting di Kepri

Batam raih peringkat satu penanganan stunting terbaik di Kepri. Kini, Bappenas menunjuk Batam sebagai lokasi percontohan penanganan stunting.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Tri Indaryani
Diskominfo Kota Batam
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, penanganan stunting di Batam akan berjalan sesuai rencana dan kinerja selama ini merupakan terbaik. 

BATAM,  TRIBUNBATAM.id - Kota Batam mendapat peringkat pertama dalam menangani kasus stunting di Kepulauan Riau.

Pada 2020 prevelensi stunting di Batam sebesar 7,21 persen turun menjadi 6,02 persen di tahun 2021, dan di Februari tahun 2022 turun menjadi 3,38 persen.

Bahkan, Bappenas menunjuk Batam sebagai lokasi percontohan penanganan stunting.

Untuk menangani Stunting, Kota Batam sudah membentuk 1.632 orang tim pendamping untuk mengedukasi pemahaman bahwa anak yang akan lahir harus dijaga.

Tak hanya itu, pihaknya juga melibatkan perguruan tinggi dalam menangani stunting ini.

"Semua puskesmas di Batam juga sudah memahami tugasnya," ujar Wali Kota Batam Muhammad Rudi.

Ia melanjutkan pencegahan kasus stunting ini jauh lebih baik.

Namun capaian ini berhasil atas kerjasama berbagai pihak.

Baca juga: KISAH Pedagang Rempah di Anambas, Tetap Bertahan Meski Sepi hingga Dagangan Layu

"Saya sudah menandatangani surat pernyataan komitmen menyelesaikan persoalan stunting," ujarnya.

Dengan semua pihak bergerak, kata Rudi, penanganan stunting di Batam akan berjalan sesuai rencana dan kinerja selama ini merupakan terbaik.

"Semua harus bekerja bersama-sama. Batam akan terus berkomitmen menangani dan mencegah peningkatan angka stunting serta wujudnyatakan pencapaian target secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sebesar 14 persen di tahun 2024," katanya.

Peringkat terbaik disusul Natuna di peringkat II, Karimun peringkat III, dan Lingga peringkat IV.

Dalam menentukan peringkat itu, Pemerintah Provinsi Kepri telah melakukan penilaian Kinerja Stunting terhadap pelaksanaan aksi konvergensi stunting tahun 2021 pada tanggal 29 hingga 30 Juni 2022.

Menghadirkan seluruh peserta dari Kabupaten/Kota se-Provinsi agar terjadi proses pembelajaran terhadap pelaksanaan aksi konvergensi pencegahan dan penurunan stunting yang dilakukan secara Hybrid.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri mengapresiasi kinerja Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, sukses menangani stunting di Kota Batam.

Apresiasi itu disampaikan melalui surat kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 440/2611/Banda perihal hasil penilaian kinerja delapan aksi konvergensi pencegahan dan penurunan stunting di Kepulauan Riau.

Selain itu, Bupati Natuna, Bupati Lingga dan Bupati Karimun atas upaya yang dilakukan dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting di provinsi Kepri. ( TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi) 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved