Breaking News:

CATAT, 21 Penyakit Ini Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Penting diingat terdapat beberapa penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Untuk itu sebelum berobat pastikan penyakit masuk tanggungan BPJS

Tribunnews
Ilustrasi BPJS Kesehatan - Penting diingat terdapat beberapa penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Untuk itu sebelum berobat pastikan penyakit masuk tanggungan BPJS Kesehatan 

TRIBUNBATAM.id - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan adalah asuransi kesehatan yang harus dimiliki setiap warna negara Indonesia.

Dengan BPJS Kesehatan seorang warga akan ter-cover jaminan kesehatannya, mulai obat-obatan, rawat jalan dan layanan rawat inap rumah sakit.

Tapi penting diingat terdapat beberapa penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

Untuk itu sebelum berobat ke faskes, pastikan penyakit yang diderita masuk dalam tanggungan BPJS Kesehatan

Ketentuan mengenai layanan kesehatan dan kriteria penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan tertuang dalam Pasal 52 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Mengacu pada aturan Perpres Nomor 82 yang dilansir dari kompas.com, berikut daftar 21 layanan kesehatan dan kriteria penyakit tidak ditanggung BPJS Kesehatan:

Baca juga: Cara Bayar Tagihan BPJS Kesehatan lewat GoPay, DANA, OVO, Tokopedia dan Bukalapak

Baca juga: INILAH 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Berikut Daftarnya

  1. Gangguan kesehatan atau penyakit akibat ketergantungan obat maupun alkohol
  2. Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri atau akibat melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri
  3. Pengobatan komplementer, alternatif, dan tradisional yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan
  4. Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan atau eksperimen
  5. Alat dan obat kontrasepsi, kosmetik
  6. Pelayanan kesehatan terhadap penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan kerja yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan kerja atau menjadi tanggungan pemberi kerja
  7. Pelayanan untuk mengatasi infertilitas atau kemandulan
  8. Pelayanan meratakan gigi atau ortodonsi
  9. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri
  10. Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetika
  11. Perbekalan kesehatan rumah tangga
  12. Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa atau wabah
  13. Pelayanan kesehatan pada kejadian tak diharapkan yang dapat dicegah (contohnya korban begal, tawuran, dan lain sebagainya)
  14. Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dalam rangka bakti sosial
  15. Pelayanan kesehatan akibat tindak pidana penganiayaan, kekerasan seksual, korban terorisme, dan tindak pidana perdagangan orang sesuai dengan ketentuan peraturan peundang-undangan
  16. Pelayanan kesehatan tertentu yang berkaitan dengan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Polri
  17. Pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan (meliputi rujukan atas permintaan sendiri dan pelayanan kesehatan lain yang tidak sesuai peraturan perundang-undangan)
  18. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat
  19. Pelayanan kesehatan yang dijamin oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas yang bersifat wajib sampai nilai yang ditanggung oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas sesuai hak kelas rawat peserta
  20. Pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan dengan manfaat jaminan kesehatan yang diberikan
  21. Pelayanan yang sudah ditanggung dalam program lain Penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan

Baca juga: 4 Cara Cek Kepesertaan BPJS Kesehatan via WhatsApp hingga Aplikasi JKN

Baca juga: INI Prosedur Persalinan Menggunakan BPJS Kesehatan 2022, Biaya Ditanggung hingga Pascamelahirkan

.

.

.

(TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved