KECELAKAAN DI BATAM
Kecelakaan di Batam, Sopir Truk Molen Banting Setir Tabrak Pohon Gegara Rem Blong
Syarif, sopir truk molen BP 9018 DU yang alami kecelakaan di Batam, Rabu (3/8) siang ungkap penyebab kecelakaan gegara rem blong
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Syarif, sopir truk molen yang mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Majapahit, Batuampar, dekat Bukit Senyum Batam, masih syok.
Saat ditemui Tribunbatam.id tak lama setelah kecelakaan, ia tampak lemas. Raut wajahnya pucat dan tak berdaya.
Menggunakan baju berwarna biru, Syarif tampak berdiri tegap kurang lebih 15 meter dari lokasi kecelakaan.
Gerak geriknya agak kaku, seperti orang yang sedang gelisah.
Sesekali kedua tangannya mengelus-elus kepala dan dahi.
Beberapa rekan kerjanya mencoba menenangkan Syarif. Namun postur tubuh dan wajahnya masih tegang dan sedikit takut dengan kejadian yang baru dialaminya.
"Rem blong bang. Saya sudah berusaha ngerem tapi tak kunjung berhenti," sebut Syarif singkat, Rabu (3/8/2022) sore.
Baca juga: Detik-detik Sebelum Truk Molen Kecelakaan di Batam, Warga Teriak Rem Blong
Peristiwa ini merupakan insiden terbesar yang ia alami sejak menjadi sopir truk molen.
Dengan suara pelan, ia mengaku sebelum masuk ke drainase, truk molen BP 9018 DU yang dikemudikannya menabrak pohon dan tiang listrik.
Menurutnya, itu merupakan pilihan tepat. Karena ketika ia mengambil jalan lurus, maka pasti ada korban jiwa, karena akan menabrak pengendara lain.
Ia mengaku saat kejadian, truk molen tersebut dalam keadaan kosong.
"Tadi saya baru saja dari Sekupang menuju ke Bengkong Bengkel untuk mengambil campuran," ujar Syarif.
Tepat di turunan Jalan Majapahit, ia menginjak rem agar bisa mengganti gear.
Namun rem tak berfungsi dengan baik, sehingga ia memutuskan untuk banting setir ke kiri hingga menabrak pohon dan tiang listrik.
Syarif mengaku baru mengetahui rem blong itu sesaat sebelum mengalami kecelakaan.