Breaking News:

BATAM TERKINI

521 Warga Batam Terjangkit DBD hingga Juli 2022, Tiga Orang Meninggal Dunia

Mulai Januari hingga Juli 2022, tercatat ada 521 kasus orang terinfeksi DBD di Batam. Dari jumlah itu tiga di antaranya meninggal dunia

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Beres Lumbantobing
Cegah DBD, Dinkes melakukan fogging di kompleks erumahan Kavling Baru Sagulung Batam, belum lama ini 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat tren penyebaran penyakit demam berdarah dengue ( DBD) meningkat sepanjang 2022.

Mulai Januari hingga Juli 2022, tercatat ada 521 kasus orang terinfeksi DBD di Batam. Dari jumlah itu tiga di antaranya meninggal dunia.

"Ada kenaikan bila dibandingkan tahun kemarin, dimana bulan yang sama kasus DBD berjumlah 365 orang," ujar Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi, Minggu (7/8/2022).

Didi menjelaskan, adanya tren kenaikan itu di antaranya diakibatkan perubahan cuaca. Hal ini menjadi pendorong berkembangnya populasi sarang nyamuk pembawa virus DBD.

Biasanya saat musim hujan, populasi nyamuk aedes aegypti penyebab DBD meningkat. Peningkatan ini juga membuat penularan penyakit DBD khususnya di masyarakat meningkat.

Baca juga: MUSIM HUJAN Awas Teror DBD, Lakukan Cara Ini Usir Nyamuk Aedes Aegypti

“Kasus DBD ini bersifat fluktuatif. Di saat musim hujan, penyakit DBD akan meningkat,” tambahnya.

Adapun ratusan warga Batam yang terjangkit DBD ini tersebar di seluruh puskemas di Batam.

Ia menyebutkan, kasus tertinggi terjadi di bulan Januari tahun ini yakni sebanyak 85 kasus. Turun menjadi 65 kasus di bulan Februari dan naik lagi menjadi 75 kasus di bulan Maret 2022. Pada bulan April kasus DBD di Batam berjumlah 62 kasus, Mei 65 kasus dan sampai dengan 29 Juni ada 65 kasus.

"Terakhir hingga Juli ada 65 kasus DBD," tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan wabah DBD, Dinas Kesehatan Batam mengimbau untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M plus, yaitu menguras, menutup tempat penampungan air dan mendaur ulang barang bekas serta aktivitas lainnya yang dapat mencegah gigitan nyamuk dan berkembangnya jentik-jentik nyamuk.

Demam berdarah memiliki sejumlah gejala bagi penderitanya. Di antaranya, demam tinggi mendadak dengan suhu di atas 38 derajat Celcius, timbul bintik-bintik merah di kulit, sakit kepala.

Baca juga: Jangan Salah, Ini Beda Demam Pada Penderita DBD, Tipes dan Malaria

Kemudian nyeri saat menggerakan bola mata, mudah gelisah, nyeri punggung, badan terasa lemah dan lesu, ujung tangan dan kaki berkeringat, muntah, kadar trombosit turun hingga 100.000/mm3, terkadang disertai mimisan dan buang air besar bercampur darah hingga uluhati terasa nyeri.

"Jika merasakan gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke puskesmas," imbau Kepala Dinkes Batam itu.

Ia juga meminta peran aktif masyarakat dalam memberantas DBD. Semisal perilaku hidup bersih dan sehat, menguras, menutup dan mengubur tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk aedes aegypti.

"Tidak ketinggalan juga penyuluhan ke masyarakat dalam menggalakkan peran juru pemantau jentik (jumantik) dengan program gerakan 1 rumah 1 jumantik," pungkasnya. (TRIBUNBATAM.id/bereslumbantobing)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved