Jumat, 29 Mei 2026

KESEHATAN

Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi dan Mencegah Diare pada Anak Balita

Cara mengatasi diare anak balita, umumnya disebabkan oleh infeksi virus, penyebab lainnya adalah infeksi bakteri dan parasit.

Tayang:
FREEPIK
DIARE - Sebagian besar diare pada anak balita disebabkan oleh infeksi virus, penyebab lainnya adalah infeksi bakteri dan parasit.FOTO: ILUSTRASI 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Orangtua harus mengetahui cara mengatasi diare anak balita.

Anak balita yang mengalami diare akan membuat orangtuanya cemas dan khawatir.

Menurut laporan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa sekitar 525.000 anak balita meninggal setiap tahunnya akibat diare.

Sebagian besar diare pada anak balita disebabkan oleh infeksi virus, penyebab lainnya adalah infeksi bakteri dan parasit.

Selain karena infeksi, diare pada anak juga bisa disebabkan oleh alergi, keracunan makanan, gangguan penyerapan makanan, seperti intoleransi laktosa, dan efek samping obat.

Tribunbatam.id akan mengupas soal diare pada anak dan tips pencegahannya

Informasi mengenai diare dan pencegahannya pada anak ini bersumber dari Humas PKRSOB BP Batam.

Seperti diketahui diare kerap dialami pada anak, terutama balita.

Baca juga: Kupas Tuntas ASI Ekslusif, Penanganan dan Manfaatnya Bersama Suratin Str.keb

Baca juga: 5 Ciri-ciri Tubuh Kekurangan Vitamin dan Butuh Nutrisi, Waspadai Benjolan di Kulit

Diare merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar (BAB) menjadi 3 kali atau lebih dalam sehari, dengan tinja yang lebih cair. 

Kadang-kadang penderita disertai muntah, badan lesu atau lemah panas hingga tidak nafsu makan.

Namun harap dicatat, tidak semua mencret pada anak merupakan diare.

Penyebab Diare

Penyebab diare bisa karena infeksi oleh bakteri, virus, dan jamur, alergi terhadap makanan atau obat tertentu

Bisa juga disebabkan oleh bakteri  yang menyertai penyakit lain, seperti : campak, infeksi telinga, infeksi tenggorokan, malaria.

Atau disebabkan kekurangan gizi, misalnya kelaparan, kurang zat putih telur atau keracunan makanan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved