Breaking News:

Kanwil DJP Kepri

Kanwil DJP Kepri Serahkan Tersangka Pengemplang Pajak ke Kejati Kepri

Penyidik Pegawai Sipil (PPNS) Kanwil DJP Kepri telah menyelesaikan penyidikan pada satu orang tersangka tindak pidana perpajakan.

Penulis: Rahma Tika | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Dokumentasi Kanwil DJP Kepri
Penyidik Pegawai Sipil (PPNS) Kanwil DJP Kepri telah menyelesaikan penyidikan pada satu orang tersangka tindak pidana perpajaka saat ungkap kasus konferensi pers di aula KKP Pratama Bintan, Selasa (9/8/2022). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Penyidik Pegawai Sipil (PPNS) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kepulauan Riau (Kanwil DJP Kepri) mengungkap tindak pidana perpajakan dengan satu orang tersangka.

Tersangka tindak pidana perpajakan hasil ungkap PPNS Kanwil DJP Kepri berinisial TL ini dipersangkakan melakukan tindak pidana di bidang perpajakan berdasarkan Pasal 39 ayat (1) Undang - Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang telah diubah dengan Undang - Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Kepala Kanwil DJP Kepri, Cucu Supriatna mengatakan tersangka TL ini melanggar tindak pidana perpajakan dengan tiga modus operandi.

“Tersangka tidak menyampaikan SPT PPh selama empat tahun. Kemudian tidak melakukan pencatatan dan pembukuan kegiatan. Kemudian tersangka ini tidak mengerti kewajiban perpajakan,” ucap Cucu, saat menyampaikan konferensi pers di aula KKP Pratama Bintan, Selasa (9/8/2022).

Baca juga: Kanwil DJP Kepri Ungkap Kapan Peralihan NIK pada KTP-el Gantikan NPWP

Saat konferensi pers akan berlangsung, tersangka TL di bawa masuk ke dalam.

Ia mengenakan rompi merah jambu dengan rambut terikat sebahu.

Saat itu kedua tangannya terlihat diborgol, ia berjalan ke depan sambil membelakangi awak media.

Tersangka pengemplang pajak berinisial TL ini merupakan pemilik CV RP yang bergerak pada bidang sewa alat angkut berat di Kabupaten Bintan.

Cucu menyebutkan TL selama empat tahun dari 2016-2019 tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasil (PPh) serta tidak menyampaikan SPT PPN untuk pajak tahun 2016 sampai 2019.

“Kerugian yang ditimbulkan pada pendapatan negara atas perkara ini sebesar Rp 6.040.354.703,” ungkap Cucu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved