Breaking News:

BERITA CHINA

Amerika Serikat Janji Bakal Bela Taiwan dari Ancaman China

China sebelumnya meradang dengan sikap Amerika Serikat yang terus saja membela Taiwan. Perang pernyataan pun tak terhindarkan antara AS dengan China.

AFP PHOTO/POOL/LINTAO ZHANG
Foto yang diambil pada 4 Desember 2013 memerlihatkan Joe Biden yang saat itu Wakil Presiden Amerika Serikat berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat di Beijing. Amerika Serikat berjanji akan membantu Taiwan dalam ancaman China. 

CHINA, TRIBUNBATAM.id - Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dengan China Amerika Serikat menyangkut urusan Taiwan semakin memanas.

Amerika Serikat berjanji akan mendukung Taiwan dari ancaman China.

Koordinator Gedung Putih Amerika Serikat untuk Keamanan Nasional Indo-Pasifik, Kurt Campbell menyampaikan komitmen Negeri Paman Sam itu untuk Taiwan dari bayang-bayang China pada Jumat (12/8/2022) waktu setempat.

China sebelumnya makin dibuat gusar setelah kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi ke Taipei pada awal bulan ini.

Negara yang kini dipimpin oleh Presiden Xi Jinping itu sedikitnya mengerahkan puluhan jet tempur hingga memasuki wilayah udara Taiwan.

Campbell menegaskan Gedung Putih berusaha memperdalam hubungannya dengan Taiwan dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai aktivitas militer China yang berpotensi mengganggu stabilitas di dekatnya.

Baca juga: Taiwan Tolak Mentah Mentah Usulan China Satu Negara Dua Sistem

Pernyataan Campbell menyusul aktivitas latihan militer China yang mengepung Taiwan.

Latihan militer itu sendiri disebut sebagai bentuk protes China atas kedatangan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi ke Taiwan awal bulan ini.

“China telah terlalu reaktif, dan aksinya berlanjut menjadi begitu provokatif, tak stabil dan belum pernah terjadi sebelumnya,” tutur Campbell dikutip dari Newsweek.

“China meluncurkan rudal ke perairan sekitar Taiwan. Itu dinyatakan sebagai zona eksklusif di sekitar Taiwan yang mengganggu lalu lintas sipil, udara dan maritim,” tambahnya.

Campbell mengatakan China mengabaikan garis tengah yang telah lama berdiri memishkan Taiwan dan China.

Sebagai tanggapan, ia mengungkapkan Presiden Biden telah mengarahkan USS Ronald Reagan untuk ditempatkan di Laut Filipina, sebelah timur Taiwan.

Baca juga: Negeri Jiran Malaysia Gandeng China Bangun Proyek Seluas 260 Hektare

Meski begitu, Campbell menegaskan AS tetap berkomitmen pada kebijakan satu China, dan terus memenuhi kewajibannya yang diatur dalam Undang-Undang Hubungan Taiwan 1979, yang termasuk mendukung pertahanan pulau itu.

“Kami menentang setiap perubahan sepihak terhadap status quo dari kedua bel;ah pihak dan kami tak mendukung kemerdekaan Taiwan,” katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved