Breaking News:

BERITA CHINA

Langkah China Pulihkan Ekonomi Negeri Panda Babak Belur Akibat Pandemi

China lewat bank sentralnya mengambil langkah untuk memulihkan ekonomi negara mereka yang babak belur akibat pandemi covid-19.

[SS/YOUTUBE/THE GUARDIAN](SS/YOUTUBE/THE GUARDIAN)
Badai pasir di China setinggi 100 meter menghantam gedung bertingkat beberapa waktu lalu. Bank Sentral China mengambil langkah untuk memulihkan perekonomian mereka yang terimbas pandemi covid-19. 

CHINA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah China terus berjuang memulihkan perekonomian setelah babak belur akibat pandemi covid-19.

Langkah pemerintah China melalui Bank Sentral China, People's Bank of China (PBOC) diharapkan mendorong minat masyarakat untuk membelanjakan uangnya.

Tepatnya setelah Bank Sentral China menurunkan suku bunga pinjaman satu tahun sebesar 10 basis poin menjadi 2,75 persen pada Senin (15/8/2022).

PBOC juga memotong bunga reverse repo tujuh hari, bunga acuan, dipotong dari 2,1 persen menjadi 2 persen.

Ini merupakan pemangkasan pertama yang dilakukan PBOC sejak Januari tahun ini.

Pihak PBOC menyebut, pemotongan suku bunga acuan untuk mendorong perekonomian yang sedang tertekan akibat lockdown covid-19.

Baca juga: Singapura Cemas Hubungan China Amerika Serikat Memanas Terkait Taiwan

Pasalnya, dengan pemotongan suku bunga maka bunga kredit di China juga akan turun.

Mengutip dari Bloomberg, Kamis (11/8/2022), kenaikan harga daging babi yang sebesar 25,6 persen dibanding Juni 2022, menjadi penyumbang utama inflasi China.

Secara khusus, harga daging babi, daging pokok di China, meningkat 25,6 persen bulan ke bulan pada Juli.
Sebagian karena keengganan beberapa peternak babi untuk menjual, sementara permintaan konsumen pulih.

Kemudian harga sayuran segar naik 10,3 persen karena suhu tinggi yang terus menerus di banyak wilayah negara, sementara harga buah segar turun 3,8 persen karena meningkatnya pasokan pasar.

Namun, pemotongan suku bunga juga menyebabkan imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun turun empat basis poin menjadi 2,69 persen.

Baca juga: China Bikin Kantin Gajah, Diklaim Ampuh Cegah Konflik dengan Manusia

“Pemotongan suku bunga menunjukkan bahwa pihak berwenang China masih sangat prihatin tentang pertumbuhan dan kelesuan permintaan kredit, sementara tekanan inflasi ringan," kata Xiaojia Zhi, seorang ekonom di Credit Agricole.

Langkah yang dilakukan PBOC ini berbeda dengan yang dilakukan bank sentral negara lainnya.

Sebagian besar bank sentral menaikkan suku bunga acuannya untuk menahan lajunya inflasi di negara mereka.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved