WAWANCARA EKSKLUSIF
Imigrasi Batam Blak Blakan Keberadaan Calo Selundupkan PMI Ilegal
Dalam wawancara eksklusif TribunBatam.id, Imigrasi Batam mengungkap keberadaan calo dalam menyelundupkan PMI ilegal ke negeri jiran tetangga Kepri.
Penulis: Thom Limahekin | Editor: Septyan Mulia Rohman
Selain itu kita juga melakukan wawancara singkat, kita tanya tujuan nya mau ke mana, berapa lama di sana, apa yang mau di lakukan di sana.
Baca juga: Jangan Pakai Calo, Ini Cara Bikin Paspor Sehari Jadi di Kantor Imigrasi
TB: Saya ingin menanyakan terkait pemeriksaan barang seperti di Batu Ampar dan Kabil, apa saja yang kita periksa?
WZ: Kita di sana mengecek semua kontainer yang masuk, yaitu orang dan dokumennya.
Kalau ada kapal yang datang dari luar kita pasti akan diberi tahu misalnya ada kapal dari Singapura atau Malaysia.
Nah nanti saat kapal masuk kita yang datang ke sana untuk melakukan penelusuran.
Selama proses pengecekan itu orang lain tidak boleh naik.
Di situ kita periksa berapa banyak orang sesuai dengan kru listnya dan kita berikan tanda masuk.
TB: Baik, nah ini kita mau masuk ke beberapa kejadian yang belakangan ini terjadi. Beberapa waktu lalu kan ada penangkapan calon PMI di Pelabuhan Batam Center, makanya kita ingin tahu itu bagaimana dari imigrasi?
WZ: Iya kita juga mau memberi pemahaman dan informasi kepada masyarakat khususnya Tribunners memang seminggu yang lalu itu ada berita penangkapan calon PMI non prosedural yahg diberangkatkan dari pelabuhan resmi.
Setelah dilakukan penyeledikan oleh pihak berwajib dan dilakukan pendalaman disitulah dicari tahu siapa yang memberangkatkan orang-orang ini.
Baca juga: Belajar Dari Kapal TKI Ilegal Karam di Malaysia, BP2MI Ajak Warga Tak Tergiur Calo
Tahapannya khusus untuk WNI yang akan berangkat ke luar negeri, sebelum mereka memasuki area khusus imigrasi dia akan melalui tahapan pemeriksaan dari rekan kita yaitu BP2MI.
Setelah itu pemeriksaan boarding pass, lalu pemeriksaan barang barulah antrian ke imigrasi.
Untuk saat ini masuk ke suatu negara khususnya Malaysia dan Singapura cukup paspor saja.
Nah saat wawancara itulah kita punya trik menanyai tujuan mereka sebenarnya.
Kalau mereka menjawabnya ragu - ragu atau tidak bisa menjawab sama sekali inilah yang kita khawatirkan.