Breaking News:

Mantan Kades Lancang Kuning Dilaporkan Warga ke Kejari Bintan Dugaan Selewengkan Dana

Warga Desa Lancang Kuning Bintan melaporkan mantan kepala desa Kholili Bunyani ke Kejari Bintan atas dugaan penyelewengan dana pengadaan program desa

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Foto Kantor Kejari Bintan. Perwakilan warga Desa Lancang Kuning Bintan melaporkan mantan kadesnya ke Kantor Kejari Bintan, Senin (22/8/2022) 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Perwakilan warga Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara melaporkan mantan Kepala Desa (Kades) Kholili Bunyani atas dugaan penyimpangan dana pengadaan program ke Kejari Bintan, Senin (22/8/2022).

Seorang perwakilan warga, Sugito menjelaskan, laporan itu dilakukan setelah adanya pertemuan warga dengan Pj Kades, Sekdes serta perwakilan Polsek Bintan Utara di Aula Desa, beberapa waktu lalu.

Kala itu, warga mempertanyakan wujud dari berbagai program pengadaan untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Pengaduan ini terkait dugaan penyimpangan dana program pengadaan sapi dan penggemukan, pengadaan bibit kelapa gajah dan pembudidayaan madu kelulut.

"Nah tiga program itu semuanya tidak ada pernah dilihat warga Desa Lancang Kuning wujudnya, dan itulah yang menjadi pertanyaan kami," terangnya.

Terkait hal ini, Kasi Intel Kejari Bintan, Samsul membenarkan adanya laporan warga kepada Kejaksaan Negeri Bintan.

Baca juga: Warga Datangi Kantor Desa Lancang Kuning Bintan Tuntut Kejelasan 3 Program

"Ya benar, tadi siang ada diterima pengaduan dari perwakilan warga Desa Lancang Kuning. Terkait hal ini, nanti akan kita sampaikan terlebih dahulu kepada Kajari Bintan untuk tindaklanjutnya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Bintan, I Wayan Riana membenarkan adanya penerimaan laporan dari warga Desa Lancang Kuning terkait pengadaan program.

"Ya benar ada, lagi ditelaah bagian Pidsus,"tutupnya.

Sebelumnya, puluhan warga menggelar aksi protes di Kantor Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Senin (15/8/2022) lalu.

Kedatangan warga untuk mempertanyakan wujud pengadaan sapi, pengembangan madu kelulut, dan pengadaan kelapa, sebagai program desa sejak 2017 lalu.

Pasalnya, hingga saat ini tiga pengadaan yang menjadi program Desa Lancang Kuning yang sudah dijalankan itu tidak jelas keberadaannya.

"Kita menanyakan tiga program pengadaan itu, tapi desa tidak bisa menjelaskan dan menunjukkan wujudnya. Padahal pengadaan tiga program itu mencapai ratusan juta," kata warga Sugito. (tribunbatam.id/Alfandi Simamora)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved