KESEHATAN
INFO SEHAT Mengenal Penyakit dan Gejala Malaria Serta Tips Pencegahan Sejak Dini
Penderita malaria bisa merasakan gejala penyakit ringan sampai parah, tergantung jenis parasit dan kondisi tubuh penderita.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Mengenal penyakit malaria dan tips pencegahannya.
Seperti diketahui, malaria merupakan salah satu penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk yang perlu diwaspadai.
Karena itu, melakukan pencegahan sejak dini sangat dianjurkan.
Telebih penyakit ini dapat menular dari satu manusia ke manusia lain melalui gigitan nyamuk anopheles yang terinfeksi parasit.
Begitu terinfeksi penyakit ini, penderita malaria bisa merasakan gejala penyakit ringan sampai parah, tergantung jenis parasit dan kondisi tubuh penderita.
Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, penyakit malaria masih menjadi endemik di tiga daerah di Kepri.
Tiga daerah tersebut yakni Kabupaten Bintan, Kabupaten Anambas, dan Kabupaten Lingga.
Baca juga: Gejala Awal Malaria yang Harus Diwaspadai, Mirip Flu Biasa namun Mematikan
Baca juga: 5 Gejala Demam Berdarah DBD yang Tidak Boleh Diabaikan, Ketahui agar Cepat Ditangani
Data tersebut disampaikan langsung kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Muhammad Bisri dalam pelatihan kader Malaria dan orientasi layanan tes dan pengobatan HIV/AIDS di Hotel Harris Waterfront Batam pada Senin 22 Agustus 2022.
Muhammad Bisri mengatakan, pelatihan kader Malaria bertujuan agar masyarakat dapat mendapatkan gambaran mengenai gejala, bahaya, dan cara pengobatan malaria.
Dengan semakin banyaknya edukasi, maka pemahaman akan penyakit malaria dan pencegahannya diharapkan makin lebih maju kedepannya.
Melalui pelatihan tersebut, Bisri berharap kader malaria mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan deteksi dini sehingga menurunkan dan eliminasi kasus malaria di seluruh Kabupaten/Kota di Kepri.
Gejala Malaria
Seperti diketahui, seseorang dapat terkena malaria akibat gigitan nyamuk Anopheles betina.
Nyamuk Anopheles akan menularkan parasit ke dalam pembuluh darah orang tersebut dan berkembang biak.
Sangat penting untuk mengetahui gejala malaria sehingga bisa ditangani dengan cepat secara medis.
Dilansir dari Kompas.com, gejala malaria biasanya berkembang dalam kurun waktu 10-30 hari setelah infeksi terjadi.
Baca juga: 5 Cara Ampuh Berantas Sarang Nyamuk Demam Berdarah di Rumah, Jangan Gantung Pakaian Kotor!
Baca juga: INI 6 Tanaman yang Paling Tidak Disukai Nyamuk, Yuk Tanam Biar Nyamuk Minggat dari Rumah
Gejala malaria meliputi:
- Menggigil ringan hingga berat demam tinggi (lebih dari 38 derajat Celcius)
- Banyak berkeringat
- Sakit kepala
- Muntah
- Nyeri otot
- Diare
- Sakit perut
- Anemia
- Kejang-kejang
- Feses berdarah
Keparahan gejala malaria yang timbul berbeda-beda setiap orang.
Penduduk yang tinggal di daerah yang banyak kasus malaria memiliki separuh kekebalan terhadap penyakit ini sehingga gejala yang timbul tidak akan terlalu parah.
Namun, separuh kekebalan tersebut bisa hilang begitu seseorang pindah ke daerah yang jarang terjadi malaria.
Akibatnya, orang tersebut bisa mengalami gejala malaria yang lebih parah.
Baca juga: Cara Mencegah Penyakit Jantung dengan Rutin Melakukan 7 Kebiasaan Ini
Baca juga: 21 Penyakit Ini Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Coba Cek Daftarnya
Tips Pencegahan
Berikut tips sederhana pencegahan penyakit malaria:
- Gunakan obat nyamuk yang mengandung DEET (diethyltoluamide).
- Gunakan kelambu di tempat tidur saat akan tidur
- Memasang tirai di jendela dan pintu.
- Menggunakan celana panjang dan baju dengan lengan panjang.
- Gunakan permetrin (insektisida untuk membasmi nyamuk Anopheles) pada pakaian, kelambu, dan kain.
- Jika merasakan gejala-gejala malaria, segera saja periksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat
Sumber : Dinkes Kepri
(TRIBUNBATAM,id/AMINUDDIN)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/malariaaaaa1.jpg)