Breaking News:

LINGGA TERKINI

Pengusaha Dapur Arang Diduga Rusak Hutan Negara, Ribuan Batang Mangrove di Lingga Dibabat

Pengusaha dapur arang membabati hutan bakau yang masuk kawasan hutan lindung di Desa Mamut, Senayang, Lingga. Ribuan batang bakau siap jadi arang.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Tri Indaryani
Pemdes Mamut untuk Tribun Batam
Ribuan batang mangrove tersusun di perusahaan Dapur Arang Desa Mamut, Kecamatan Senayang, Lingga, Kepri, Rabu (24/8/2022) 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Ribuan batang mangrove tampak tersusun di perusahaan Dapur Arang di wilayah Desa Mamut, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (24/8/2022).

Hal itu ditemukan langsung oleh Aparat Pemerintah Desa Mamut, saat melihat rusaknya mangrove yang ada wilayah itu.

Kepala Desa (Kades) Mamut, Marjono menilai instansi terkait diduga terkesan tutup mata.

Sehingga mengakibatkan sejumlah pengusaha panglong atau dapur arang beroperasi dengan leluasa.

Dia mengungkapkan, kayu bakau yang gundul tersebut berasal dari hutan lindung.

“Kami dari pihak Desa sangat menyesalkan kinerja pihak perusahaan dan koperasi yang terkesan tidak pernah koordinasi dengan pihak desa, terbukti pengusaha dapur arang yang sudah jelas merusak hutan negara secara bebas di wilayah kabupaten Lingga,” ujar Marjono kepada wartawan.

Menurutnya, pemilik dapur arang di Desa Mamut berlokasi di Pulau Petai itu bukan hanya merusak hutan lindung.

Baca juga: KPU Natuna Verifikasi Partai Politik Peserta Pemilu 2024, Total 21 Parpol

Bahkan lanjutnya, pihak pengusaha Dapur Arang tersebut telah merugikan pihak desa , karena hasil olahan bahan baku arang bakau di ekspor ke beberapa negara tentangga pihak desa tidak pernah mengetahuinya.

“Mereka pun kerja tidak pernah melapor ke RT terdekat setiap anggota yang masuk kerja ke lokasi dapur arang tersebut, apa lagi disaat bongkar arang untuk di ekspor.

Kami pihak desa tidak pernah tau berapa jumlah nakhoda yang berada di kapal, berapa ton yang dimuat arang dalam kapal, seandainya ada sesuatu hal pasti larinye ke desa, sementara pihak desa tak pernah tau kinerja mereka seperti apa,” ungkap Marjono terlihat kecewa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved