Breaking News:

Aksinya Viral, Aksa Beri Klarifikasi terkait Demo Pengungsi Afghanistan di Batam

Aksa Halatu beri klarifikasi terkait peristiwa saat pengungsi Afghanistan demo di depan Kantor Wali Kota Batam yang berujung ricuh dan viral

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi
Aksa Halatu saat memberikan klarifikasi terkait peristiwa yang terjadi di depan Kantor Wali Kota Batam baru-baru ini, Jumat (26/8/2022) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Aksi unjuk rasa sejumlah pengungsi Afghanistan di depan kantor Wali Kota Batam pada Selasa (23/8/2022) lalu yang berujung ricuh sempat viral.

Terkait hal ini, warga Batam, Aksa Halatu yang terlibat dalam aksi tersebut buka suara.

Ia memberikan klarifikasi terkait peristiwa yang terjadi di depan Kantor Wali Kota Batam saat sejumlah pengungsi Afghanistan di Batam melakukan unjuk rasa.
 
Aksa mengatakan, aksi demonstrasi pengungsi Afganistan di kawasan Pemerintahan Kota Batam sangat menggangu masyarakat yang melakukan kegiatan di kantor Wali Kota Batam.

"Sebagai warga Batam yang sudah tinggal di sini sekitar 30 tahun lamanya, saat itu saya mau ada kegiatan di Pemko. Saya berbicara dalam bahasa Indonesia kalau saya akan masuk ke Pemko, mereka menjawab dengan bahasa mereka. Saya kan jadi menerka-nerka, mereka bilang apa sama saya, wajar saya tersinggung, mereka sudah banyak kok yang bisa bahasa Indonesia," ujar Aksa Halatu di kantor DPRD Batam, Jumat (26/8/2022).

Ia juga menyebut kalau peristiwa yang terjadi di depan kantor Wali Kota Batam itu bukan pemukulan. Namun sebuah pertikaian yang berawal dari tidak mengerti komunikasi bahasa satu sama lain.

"Saya tegaskan, ini bukan pemukulan, tapi ini pertikaian. Badan saya pun bengkak-bengkak kena dorong hingga ke pagar pemko. Orang saya pun ada yang luka. Saya cuma bertiga, mereka ada sekitar 70 orang," katanya.

Baca juga: Seorang Pengungsi Afghanistan di Batam Alami Kekerasan saat Demo di Kantor Wali Kota

Sebagai seorang aktivis, lanjutnya, dirinya merasa terpanggil untuk membuat Batam menjadi kota yang damai dan kondusif.

Menurutnya, dengan aksi demo dari pengungsi Afghanistan yang berulang kali, hal itu membuat citra Batam sebagai kota wisata terciderai.

"Mereka seolah terorganisir dan masif, di saat pariwisata Batam mulai bangkit. Untuk itu saya harap para warga Batam bijak melihat kejadian beberapa waktu lalu. Jangan hanya melihat video yang beredar secara sepotong, akan tetapi memahami kronologisnya," paparnya.

Ia juga berharap agar Pemerintah Kota Batam dan pihak keamanan lebih proaktif melihat kejadian beberapa waktu lalu.

"Saya tidak menyalahkan siapa-siapa atas kejadian itu, miskomunikasi terkait tidak mengerti bahasa masing-masing, sehingga terjadi aksi pukul memukul, ini bukan pemukulan, tapi ini semacam perkelahian karena miskomunikasi," ujarnya.

Ia bersama rekannya juga meminta maaf, kepada pemerintah dan seluruh masyarakat Batam.

"Saya minta maaf kepada Pemerintah Kota Batam khususnya kepada pihak keamanan dan masyarakat Batam secara luas, karena sedikit ikut membuat Batam menjadi tidak kondusif. Terlebih kejadian tersebut viral di medsos Batam," katanya. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved