Breaking News:

Kepulauan Solomon Tolak Sementara Semua Kunjungan Angkatan Laut Asing

Kepulauan Solomon menerapkan langkah ekstrem dengan menolak sementara kunjungan angkatan laut asing.

TribunBatam.id/Kompas.com via Reuters/Telegraph
Kapal induk Amerika Serikat, USS Ronald Reagan. Kepulauan Solomon sempat gagal memberikan akes terhadap Kapal perang AS ini. Kepulauan Solomon untuk sementara menghentikan semua kunjungan angkatan laut asing. 

SOLOMON, TRIBUNBATAM.id - Kepulauan Solomon mengambil langkah 'ekstrem' yang berlaku untuk seluruh negara.

Kebijakan Kepulauan Solomon ini menghentikan semua kunjungan angkatan laut asing untuk sementara.

Kepulauan Solomon sebelumnya gagal memberikan akses ke kapal Amerika Serikat (AS) dan Inggris pada awal bulan ini.

Pada Selasa (30/8/2022), Perdana Menteri Manasseh Sogavare mengeluarkan pernyataan tentang kapal AS dan Inggris.

Dia mengatakan kedua kapal - US Coast Guard Cutter (USGC) Oliver Henry dan HMS Spey - gagal diberikan persetujuan tepat waktu karena keterlambatan dalam dokumen.

Baca juga: Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Amerika Serikat, India, dan Jepang Terungkap

"Penundaan persetujuan ini menunjukkan perlunya pemerintah meninjau dan menyempurnakan persyaratan persetujuan dan prosedur untuk kunjungan kapal militer ke Pulau Solomon. Pemerintah telah meminta semua negara mitra dengan rencana untuk melakukan kunjungan angkatan laut atau patroli untuk menahan mereka sampai mekanisme nasional yang direvisi ada.

Dia mengatakan ini 'secara universal' berlaku untuk semua kapal angkatan laut asing yang berkunjung.

Kedutaan AS mengatakan kepada BBC bahwa mereka telah menerima pemberitahuan tentang pembaruan kebijakan Solomon pada Senin (29/8/2022).

" Amerika Serikat menerima pemberitahuan resmi dari Pemerintah Kepulauan Solomon mengenai moratorium semua kunjungan angkatan laut, menunggu pembaruan dalam prosedur protokol," bunyi pernyataan kedutaan sebagaimana dilansir BBC.

Ini terjadi setelah otoritas Solomon gagal memberikan izin diplomatik kepada USCGC Oliver Henry, yang melakukan pemberhentian rutin di Honiara pada 23 Agustus, dan memaksa kapal untuk dialihkan ke Papua Nugini.

Baca juga: Miliader China Pendiri Xiaomi Terdampak Ekonomi Global, Anjlok 83 Persen

Namun dikatakan salah satu kapal rumah sakitnya, US Navy Ship Mercy, telah diberikan izin masuk ke perairan Solomon pada Senin (29/8/2022) untuk operasi terpisah - meskipun kapal itu diberikan persetujuan sebelum moratorium yang diumumkan.

Kapal Inggris HMS Spey juga terpaksa berpaling dari Honiara setelah gagal mendapatkan persetujuan dari otoritas Solomon tepat waktu.

Ini adalah salah satu dari dua kapal Inggris yang berbasis secara permanen di kawasan Pasifik.

Honiara mengatakan kapal-kapal itu tidak meminta akses tepat waktu, dan ini mendorong peninjauan kembali prosedur kedatangan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved