Breaking News:

DISKOMINFO KEPRI

Upaya TP PKK Kepri Tekan Angka Stunting dan Kasus Covid 19 lewat Dasa Wisma

Ketua TP PKK Kepri Dewi Kumalasari sebut, peningkatan pelayanan kesehatan penting untuk tekan stunting dan covid-19. Di antaranya lewat Dasar Wisma

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
Dok. Biro Adpim Pemprov Kepri
Ketua TP PKK Kepri, Dewi Kumalasari saat membuka kegiatan penggerakan peningkatan posyandu aktif melalui rebranding posyandu di Batam City Hotel, Batam, Rabu (31/8/2022) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Dewi Kumalasari membuka kegiatan penggerakan peningkatan posyandu aktif melalui rebranding posyandu di Batam City Hotel, Batam, Rabu (31/8/2022) pagi.

Kegiatan ini diikuti oleh semua kader posyandu kabupaten/kota se-Kepri.

Adapun tema pada kegiatan ini 'Peningkatan Pelayanan Kesehatan Dasar di Posyandu dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak, Pencegahan Stunting dan Covid-19 melalui Dasa Wisma'.

Dalam kegiatan ini, Dewi menyampaikan penggerakan peningkatan posyandu aktif merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan.

"Mengingat pada saat ini terdapat berbagai tantangan kesehatan yang tetap harus mendapatkan perhatian dari kita semua," kata Dewi.

Kemudian, Dewi menjelaskan tantangan yang harus mendapatkan perhatian di antaranya yaitu kasus stunting. Berdasarkan hasil riset Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, menunjukkan Provinsi Kepri merupakan provinsi terendah ke-4 se-Indonesia untuk temuan kasus balita dengan status pendek (stunting).

Baca juga: Dewi Kumalasari Kukuhkan Pengurus LKKS Lingga Masa Bakti Tahun 2022 hingga 2025

Kemudian berdasarkan hasil analisis persentase pendek (stunting) pada anak balita Provinsi Kepri tahun 2021 dengan target sebesar 20 persen, dapat tercapai sebesar 17,6 persen.
Sehingga capaian kinerja sebesar 113,6 persen atau dalam kategori sangat baik.

"Meskipun demikian capaian kinerja tersebut harus terus kita tingkatkan dengan melakukan berbagai upaya pencegahan stunting yang juga berpengaruh terhadap tingkat kesehatan ibu dan anak," imbuh Dewi.

Dewi menambahkan, kasus Covid-19 masih belum juga berakhir. Hal ini dapat dilihat dari Infografis Perkembangan Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau per tanggal 29 Agustus 2022, masih terdapat kasus aktif sebanyak 103 orang.

Meskipun sudah jauh menurun dari data puncak tertinggi per tanggal 18 Juli 2021 sebanyak 928 orang, namun pencegahan Covid-19 tetap harus dilakukan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved