Breaking News:

FEATURE

Penjual Ikan Salai di Natuna Waswas Harga Ikan juga Naik Dampak Kenaikan Harga BBM

Yanto, penjual ikan salai di Natuna waswas harga ikan tongkol hasil tangkap nelayan sebagai bahan utama usahanya akan naik, dampak kenaikan harga BBM

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Muhammad Ilham
Proses pemanggangan ikan salai. Yanto tengah membolak-balik ikan tongkol di atas pemanggangan ikan di Jalan Lingkar Pulau Natuna, Batu Kapal, Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (6/9/2022). 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Asap mengepul dari sebuah rumah warga, tepat di pinggir jalan Lingkar Pulau Natuna, Batu Kapal, Kecamatan Bunguran Timur.

Ternyata, kepulan asap itu berasal dari sabuk (kulit buah kelapa) yang sengaja dibakar di atas pemanggangan ikan.

Di atas bara api, terdapat sejumlah potongan ikan yang tersusun rapi. Persis di depan pemanggang ada seorang pria paruh baya mengenakan baju kaos hitam.

Ia sibuk membolak-balik ikan dan bara api di pemanggangan.

Pria itu bernama Arianto. Ia merupakan seorang pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Penjual Ikan Salai di Kabupaten Natuna.

Sehari-hari, lelaki dengan rambut sedikit beruban itu bekerja sebagai penjual ikan salai.

"Ikan salai bang? Satu ekornya Rp 25 ribu ada juga Rp 30 ribu," tawar Arianto yang juga akrab disapa Yanto kepada pelanggan, Selasa (6/9/2022).

Sambil memanggang ikan dengan asap, Yanto bercerita soal usaha yang tengah digelutinya itu.

Yanto mengaku merasakan dampak gempuran Covid-19 yang hingga kini masih mewabah di Tanah Air.

Kini ia juga khawatir dengan dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Baca juga: Bupati Wan Siswandi Blak blakan Soal Potensi Laut Natuna hingga Rencana ke Depan

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved