Kamis, 7 Mei 2026

BERITA VIRAL

13 Oknum TNI Terjerat Hukum Gegara Warga Sipil Tantang Berkelahi

Pangkostrad bereaksi terkait 13 oknum TNI yang terjerat hukum terkait dugaan penganiayaan warga sipil hingga tewas.

Tayang:
TribunBatam.id via https://kostrad.mil.id
Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak saat memberi pengarahan kepada 450 prajuritnya yang akan berangkat ke Papua di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta, Kamis (11/8/2022). Jenderal TNI Bintang Tiga ini angkat bicara mengenai 13 oknum TNI yang diduga menganiaya warga sipil hingga tewas. 

SALATIGA, TRIBUNBATAM.id - Kematian seorang warga sipil berinisial Awp (32) oleh oknum TNI di Markas Komando Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa di Salatiga, Kamis (1/9/2022) jadi atensi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal (Letjen) TNI Maruli Simanjuntak.

Pangkostrad mengatakan, 13 oknum TNI yang melanggar tindak pidana harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Meski demikian, Pangkostrad menilai belasan oknum TNI itu tak ada niatan untuk membunuh.

Jenderal bintang tiga itu menduga semula prajuritnya hanya ingin membuat jera kepada para korban.

Warga Temanggung, Jawa Tengah berinisial Awp sebelumnya meninggal dunia di RST Salatiga dengan kondisi penuh luka diduga karena dianiaya.

Baca juga: Oknum TNI Terlibat Kasus Mutilasi di Mimika, Pangdam Ungkap Sosok Kunci

Kejadian tersebut berawal saat anggota Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa berinisial Pratu RW mengendarai motor dan membonceng istri yang hamil enam bulan pada Kamis (1/9/2022), sekira pukul 13.40 WIB.

Mereka pun melintas di Jalan Diponegoro hendak menuju pasar buah di Jalan Taman Pahlawan, Kota Salatiga.

Di tengah perjalanan, motor Pratu RW disenggol mobil pikap yang berpenumpang lima pemuda yakni AA (20) warga Magelang, Y (22), AS (23), AF (22), dan AWP (32), warga Temanggung.

Mobil tersebut melaju ke arah Pasar Blauran dan Pratu RW yang membonceng mengikuti dari belakang.

Saat di depan Masjid Pasar Blauran, Pratu RW terlibat cekcok dengan lima pemuda tersebut.

Mereka kemudian mengajak Pratu RW berkelahi.

Istri Pratu RW yang panik kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke grup WhatsApp satu angkatan suaminya untuk minta bantuan.

Baca juga: RIBUT Saat Upacara HUT RI, Empat Siswa di NTT Kena Bogem Mentah Oknum TNI

Tak lama bantuan pun datang.

Lima pemuda tersebut kemudian diamankan di Pasar Sapi Salatiga dan dibawa ke Markas Komando Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa.

Aksi balasan pengeroyokan terjadi hingga menyebabkan satu orang tewas.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved