KESEHATAN
7 Diet Cegah Penyakit Batu Ginjal
Penyebab utama dalam pembentukan batu ginjal adalah urine mengandung terlalu banyak garam atau karena garam-garam yang tidak larut dalam tubuh
TRIBUNBATAM.id - Batu ginjal adalah endapan-endapan yang terdapat pada saluran kencing.
Kondisi ini akan membuat penderita merasakan nyeri saat buang air kecil, dan kondisi itu bisa memburuk bila batu ginjal dibiarkan.
Penyebab utama dalam pembentukan batu ginjal adalah urine mengandung terlalu banyak garam atau karena garam-garam yang tidak larut atau larutnya hanya sedikit.
Sebagian orang memilih jalan cepan menuntaskan masalah batu ginjal yang sedang dialami dengan operasi.
Sedangkan beberapa lainnya menempuh jalan berbeda dengan cara megonsumsi obat-obat herbal.
Kabar baiknya, mengubah pola diet ternyata dapat mencegah penyakit batu ginjal.
"Obat-obatan, kelainan genetik, dan kondisi medis dapat berperan dalam pembentukan batu ginjal," kata ahli urologi Smita De, MD, PhD.
"Tetapi diet adalah komponen penting bagi kebanyakan pasien."
Baca juga: 6 Manfaat Air Kelapa Hijau Bagi Tubuh, Termasuk Menyehatkan Ginjal
Baca juga: 5 Ciri Awal Penyakit Ginjal, Segera Konsultasi ke Dokter jika Alami Tanda Ini
Pola diet untuk mencegah batu ginjal tergantung dari jenis batu ginjal yang terdapat dalam tubuh.
Ada empat jenis utama batu ginjal, namun yang paling umum adalah batu kalsium oksalat.
Smita De menyarankan tujuh pola diet ini bagi individu yang menderita batu ginjal:
1. Memenuhi kebutuhan cairan
Ketika urin terkonsentrasi, produk limbah dalam cairan mulai mengkristal.
Cara terbaik untuk mencegah hal ini adalah meminum lebih banyak cairan demi melancarkan buang air kecil.
Sebagian besar orang mengalami dehidrasi daripada perkiraan mereka, dan mereka jarang memenuhi kebutuhan cairan tubuh, menurut De.
Dianjurkan untuk mengonsumsi sekitar 2,5 liter cairan (setara 10 gelas) per hari.
Air mineral adalah pilihan yang terbaik. Hindari minuman manis seperti soda, sebab studi menunjukkan minuman tersebut dapat meningkatkan risiko batu ginjal.
Juga, beberapa varian teh bisa tidak aman dikonsumsi, tergantung dari jenis batu ginjal yang dimiliki.
Baca juga: 6 Jenis Makanan Pemicu Batu Ginjal, Hindari atau Kurangi Mengonsumsinya
Baca juga: Rima Melati 7 Kali Cuci Darah dalam Seminggu, Aditya Tumbuan Beber Kondisi Ginjal Ibunya
2. Memertahankan makanan kaya kalsium
Mereka yang memiliki batu ginjal berupa batu kalsium oksalat biasanya menghindari produk susu.
Namun, produk susu tidak selalu menyebabkan peningkatan batu ginjal.
Tubuh kita membutuhkan kalsium untuk mendukung tulang dan otot yang kuat.
Kalsium baru menimbulkan masalah jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.
Cobalah memenuhi kebutuhan kalsium melalui makanan daripada suplemen, kecuali mendapat anjuran dokter.
3. Batasi asupan garam
Kadar garam yang tinggi dalam urine mendorong pembentukan batu ginjal.
De menganjurkan agar kita membatasi asupan garam 1.500-2.000 miligram (sekitar setengah sendok teh) per hari.
Baca juga: Penting Diketahui, Inilah Gejala, Penyebab dan Penanganan Gagal Ginjal Stadium Akhir
Baca juga: Gejala Gagal Ginjal Stadium Akhir, Ketahui Penyebab dan Penanganannya
Selain mengurangi penggunaan garam dalam memasak, perhatikan pula kandungan natrium dalam beberapa makanan siap saji seperti:
- Saus salad
- Sereal
- Roti
- Sup
- Makanan ringan
4. Tambahkan lemon dan jeruk nipis ke dalam air mineral
Air lemon dan jeruk nipis dapat bertindak melawan batu ginjal.
Kedua cairan ini mengandung sitrat, yang menetralkan asam dalam urin serta menghentikan pembentukan batu kalsium oksalat.
Dalam lingkungan yang bersifat asam, kristal asam urat akan terbentuk dan berubah menjadi batu asam urat.
Namun jika urine bersifat basa, batu asam urat tidak akan terbentuk, sehingga batu asam urat bisa dilarutkan dengan sitrat dosis tinggi.
Cobalah menambahkan setengah gelas konsentrat lemon atau jeruk nipis ke dalam air putih untuk mendapatkan manfaat ini.
Baca juga: Air Kelapa Ternyata Ampuh Cegah Batu Ginjal, Ini 6 Manfaat Lainnya
Baca juga: 5 Manfaat Jeruk Nipis yang Jarang Diketahui, Mampu Cegah Infeksi hingga Batu Ginjal
5. Berkonsultasi dengan dokter terkait asupan suplemen
Beberapa suplemen seperti vitamin C, kunyit dan kalsium dapat meningkatkan risiko batu ginjal.
Sedangkan, suplemen lain yang mengandung minyak ikan dan vitamin B6 dapat membantu mengurangi risiko penyakit tersebut.
Pastikan kita berkonsultasi dengan dokter lebih dulu sebelum meminum suplemen apa pun demi memastikan suplemen tersebut tidak menimbulkan masalah batu ginjal.
6. Mengurangi makanan yang mengandung oksalat
Dokter biasanya merekomendasikan perubahan pola makan berdasarkan jenis batu dan hasil tes urine untuk menentukan komposisi urine kita.
Sebagai contoh, jika terdapat kandungan oksalat yang tinggi dalam urine, dokter kemungkinan menyarankan kita untuk menghindari makanan kaya oksalat seperti bayam.
Alternatif lainnya adalah mengonsumsi sayuran tersebut bersamaan dengan susu, karena kalsium dari produk susu bersifat mengikat oksalat menuju feses, bukan ke urine.
Oksalat terkandung dalam banyak makanan sehat seperti sayuran, kacang-kacangan, dan polong-polongan.
De mengatakan, beberapa makanan itu hanya akan dibatasi setelah dokter memeriksa jenis batu ginjal dan hasil tes urin pada pasien.
7. Batasi konsumsi daging
Protein hewani dapat menyebabkan peningkatan jumlah asam dalam urin, yang mendorong pembentukan batu ginjal.
Protein hewani dalam jumlah tinggi juga mengurangi sitrat --senyawa baik yang membantu mencegah pembentukan batu ginjal-- dalam urine.
Bukan berarti kita harus berhenti mengonsumsi daging, tetapi asupannya perlu dibatasi.
Beberapa produk daging yang sebaiknya dibatasi adalah ikan, ayam, daging merah dan daging babi.
Baca juga: 4 Cara Sederhana Cegah Penyakit Batu Ginjal, Termasuk Cukupi Kebutuhan Air Minum
Baca juga: Hati-hati, Inilah 5 Pantangan untuk Penderita Batu Ginjal, Apa Bahayanya?
.
.
.
(TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/batu-ginjal123.jpg)