Breaking News:

BATAM TERKINI

Satpol PP Batam Data Bangunan Terdampak Proyek Pelebaran Jalan Simpang Barelang

Satpol PP Batam menyebut sedikitnya 393 bangunan liar terdampak dari proyek pelebaran jalan di sepanjang bundaran menuju Jembatan Barelang.

TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami
Kepala Satpol PP Kota Batam, Reza Khadafy mengatakan, anggotanya sedang mendata bangunan liar di sepanjang jalan Simpang Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang terdampak proyek pelebaran jalan. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam sedang mendata bangunan liar di sepanjang jalan dekat Bundaran Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Bangunan yang sedang didata oleh anggota Satpol PP ini, merupakan yang terdampak pelebaran jalan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Satpol PP Batam sebelumnya merelokasi ratusan pedagang kali lima (PKL) yang berjualan di sepanjang jalan menuju Jembatan Barelang maupun jalan Letjend Suprapto yang terdampak proyek pelebaran jalan.

Adapun proyek pelebaran jalan di Batam itu sudah bergulir sejak Maret 2021 lalu.

Baca juga: Proyek Pelebaran Jalan Martadinata Sekupang Batam, Satu Jalur Punya Empat Lajur

Pemerintah kota bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Kementerian terkait menganggarkan untuk pelebaran jalan dan Kementerian dengan total 15 ruas jalan.

Rinciannya, Pemko Batam dengan enam ruas jalan, tujuh ruas jalan dari BP Batam serta dua merupakan proyek nasional.

"Saat ini kami sedang mendata. Insya Allah Sabtu ini selesai, setelah itu baru kami berikan SP [surat peringatan]," ucap Kepala Satpol PP Kota Batam, Reza Khadafi, Senin (19/9/2022).

Mantan Camat Sagulung ini mengungkap, total bangunan yang terdampak dari penertiban ini nantinya mencapai 393 rumah, kolam, kios, hingga indekos.

Banyak bangunan yang terdampak ini, menurutnya karena ada persepsi di situ dulu termasuk dalam Kampung Tua.

Baca juga: Pelebaran Jalan Trans Barelang, Satpol PP Batam Bantah Tak Ada Sosialisasi

Namun, setelah dilakukan pengukuran ulang, bangunan tersebut berada di luar kampung tua dan masuk PL row jalan.

"Yang terkena di luar kampug tua. Untuk kampung tua tidak kenak," kata Reza.

Reza menambahkan, dalam penataan ini, pihaknya melalukan pendekatan persuasif dan lebih mencari solusi agar tidak ada masalah lain ke depannya.

"Pak Wali kota minta kami memberikan solusi terbaik. Kami petugas di lapangan siap mengikuti arahan," katanya.(TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved