BERITA CHINA
China Meradang Presiden Amerika Serikat Joe Biden Siap Bantu Taiwan
China bereaksi keras setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden menyatakan siap membantu Taiwan jika Beijing menginvasi negara itu.
CHINA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah China bereaksi keras setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden mengeluarkan pernyataan yang menyulut emosi Beijing.
Pemerintah China bereaksi setelah Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menyebut jika pasukan 'Negeri Paman Sam' akan membela Taiwan jika China menginvasi negara itu.
Ini diketahui bukan yang pertama China bereaksi keras ke Amerika Serikat karena mendukung Taiwan.
China sebelumnya dibuat gusar dengan kunjungan sejumlah wakil rakyat Amerika Serikat, termasuk Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi ke Taiwan pada awal Agustus 2022.
Sebagai balasan, China menggelar latihan perang dekat dengan perbatasan Taiwan, sekaligus unjuk gigi kekuatan militer mereka ke Amerika Serikat.
Baca juga: Tak Hanya China, Warga Thailand Heboh Jual Ginjal Demi iPhone
Merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, pemerintah China melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Cina, Mao Ning menyatakan Cina berhak untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan dalam menanggapi kegiatan yang memecah belah bangsa.
Kemlu Cina mengeluarkan pernyataan tersebut pada Senin (19/9/2022) seperti dilaporkan Reuters.
"Kami bersedia melakukan yang terbaik untuk memperjuangkan reunifikasi damai. Pada saat yang sama, kami tidak akan mentolerir setiap kegiatan yang bertujuan untuk memisahkan diri," kata Mao pada pengarahan pers reguler.
Mao Ning juga mendesak AS untuk menangani masalah terkait Taiwan 'dengan hati-hati dan benar'.
Ia juga mendesak AS tidak mengirim "sinyal yang salah" kepada pasukan separatis kemerdekaan Taiwan.
Baca juga: China Kian Berang Amerika Serikat dan Taiwan Bahas Kerja sama Perdagangan
Mau Ning memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak secara serius merusak hubungan Tiongkok-AS dan perdamaian di Selat Taiwan.
"Hanya ada satu Cina di dunia, Taiwan adalah bagian dari Cina, dan pemerintah Republik Rakyat Cina adalah satu-satunya pemerintah Cina yang sah," kata Mao.
Sementara Taiwan menolak mentah-mentah kebijakan 'satu negara, dua sistem' yang diusulkan oleh China untuk diterapkan di Taipei.
Penolakan tersebut tertuang dalam buku putih yang baru diterbitkan pada Kamis (11/8/2022), sebagaimana dilansir Reuters.
Buku putih adalah sebuah laporan resmi yang biasanya dikeluarkan oleh pemerintah untuk menguraikan suatu kebijakan atau memberikan penjelasan resmi mengenai suatu masalah atau keputusan.
Baca juga: Jerman Cemas, China Makin Lengket dengan Rusia
Pengumuman perilisan buku putih tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan Joanne Ou dalam konferensi pers.
Ou mengatakan, hanya rakyat Taiwan-lah yang dapat memutuskan masa depannya sendiri.(TribunBatam.id) (Tribunnews.com/Larasati Dyah Utami)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google
Sumber: Tribunnews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Jubir-Kemlu-China-Mao-Ning.jpg)