BERITA CHINA
China Kian Berang Amerika Serikat dan Taiwan Bahas Kerja sama Perdagangan
Amerika Serikat dan Taiwan bakal memperbarui kerja sama perdagangan perdagangan yang memicu amarah China.
CHINA, TRIBUNBATAM.id - China kian berang dengan hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Taiwan.
Geramnya China setelah Amerika Serikat dan Taiwan bakal memperbarui kerja sama perdagangan.
China mengancam Amerika Serikat pada Kamis (18/8/2022), akan bertindak dan melakukan yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan, termasuk kemungkinan perang jika terus membela Taiwan.
Amerika Serikat dilaporkan akan memperbarui kerja sama perdagangan dengan Taiwan sebagai dukungan terhadap demokrasi pemerintahan pulau tersebut.
Pemerintahan Presiden China Xi Jinping mengkritik rencana pembicaraan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kebijakan mereka bahwa Taiwan tak memiliki hak untuk melakukan hubungan luar negeri.
Baca juga: VIRAL Polisi China Periksa Perempuan Hingga Lima Jam Gegara Kimono Jepang
Beijing memperingatkan Washington agar tak mendukung Taiwan dalam upaya membuat kemerdekaan de facto mereka permanen.
Beijing pun mengancam langkah tersebut berarti berujung pada peperangan.
“China dengan tegas menolak ini,” ujar juru bicara Kementerian Perdagangan China, Shu Jueting, dikutip dari CBS News.
Ia juga meminta Washington untuk menghormati sepenuhnya kepentingan inti China.
China hingga kini menganggap Taiwan sebagai bagian dari mereka, dan menegaskan pemerintahan kepulauan itu sebagai provinsi yang ingin melepaskan diri.
Namun, Taiwan menegaskan mereka merupakan negara yang merdeka dan berdaulat sejak perang sipil pada 1949.
Baca juga: CHINA Gusar Parlemen Amerika Serikat Kunjungi Taiwan LAGI
Pada akhir pekan lalu, Koordinator Wilayah Indo-Pasifik AS Kurt Campbell mengungkapkan pembicaraan perdagangan akan memperdalam hubungan dengan Taiwan.
Namun, ia menegaskan kebijakan negaranya tak akan berubah.
AS tak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, yang merupakan partner perdagangan terbesar ke-9 mereka, tetapi menjaga hubungan informal.
Amerika Serikat sendiri menegaskan bahwa mereka tetap berpegang dengan kebijakan “Satu China”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/biden-dan-jinping-bersalaman.jpg)