LINGGA TERKINI
Demi Ikut ANBK, Siswa SMPN 4 Lingga Rela Nyebrang 9 Jam dari Pekajang ke Dabo Singkep
Demi meraih cita-cita di masa mendatang, empat siswa SMPN 4 Lingga rela menyeberangi laut selama 9 jam meninggalkan desanya untuk mengikuti ANBK.
Penulis: Febriyuanda |
Siswa kelas VIII yang hanya berjumlah empat orang, tidak membuat Humaidi patah semangat untuk menghantarkan peserta didiknya ke Dabo Singkep.
Bergantung pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), berhasil menghantarkan mereka belajar dan berdiam di Dabo Singkep ini hingga satu bulan.
"Kita belum tentu juga pulangnya kapan, kalau kapal bulan ini tidak masuk, kita akan Carter kapal," ungkapnya.
Tidak hanya di tahun ini, sejak adanya ANBK, setiap tahun mereka menempuh perjalanan laut untuk mengikuti ANBK di Dabo Singkep.
"Di sana cuma ada tower mini, untuk internet itu tidak ada sinyal, kadang-kadang kita mau kirim file kecil saja tidak bisa apalagi ikut ANBK ini.
Untuk komputer bantuan dari pemerintah itu ada, sinyal aja yang tidak ada," terang Kepala SMPN 4 Lingga ini.
Sebelum pulang pun, mereka harus memperkirakan cuaca, agar tidak membahayakan keselamatan saat berlayar pulang menggunakan kapal carter.
Humaidi berharap ada solusi dari pemerintah daerah untuk membangun atau memfungsikan tower di desa mereka, sebagai sarana pendukung untuk menunjang pendidikan yang layak.
Apalagi di era yang serba digital ini, akses sinyal sangat dibutuhkan banyak orang, terkhusus pelajar yang menempuh pendidikan.
Aliran listrik yang hanya 14 jam di Desa Pekajang, membuat komputer tidak bisa dihidupkan pada siang hari.
"Jadi sekolah memang sediakan mesin genset, untuk sarana pembelajaran," tambahnya. (TRIBUNBATAM.id/Febriyuanda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/21092022ANBK-di-Lingga.jpg)