Kamis, 21 Mei 2026

Demam Berdarah di Lingga

Demam Berdarah di Lingga Kian Mengkhawatirkan, Januari Hingga Mei 2026 Tembus 72 Kasus

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
DEMAM BERDARAH DI LINGGA - Fogging di Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepri untuk penanggulangan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) baru-baru ini. Hingga Mei 2026, jumlah kasus yang tercatat telah mencapai 72 kasus dan mayoritas terjadi di wilayah Kecamatan Singkep. 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Hingga Mei 2026, jumlah kasus yang tercatat telah mencapai 72 kasus dan mayoritas terjadi di wilayah Kecamatan Singkep.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tingginya angka kasus membuat masyarakat mulai khawatir, terlebih di tengah kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan dalam beberapa pekan terakhir.

Genangan air di lingkungan permukiman warga dinilai menjadi salah satu pemicu berkembangnya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.

Dari total kasus yang ada, Kecamatan Singkep menjadi wilayah paling banyak ditemukan pasien DBD.

Di sisi lain, dari informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, seorang anak di salah satu desa yang ada Kecamatan Singkep Barat meninggal dunia setelah terinfeksi DBD. 

Meski berdasarkan keterangan dokter yang menanganinya rumah sakit, korban juga disebut memiliki penyakit penyerta lainnya, selain DBD.

Kawasan rumah yang ditinggali tersebut sebelumnya nyaris setiap hari dilakukan fogging hingga menjangkau ke perkampungan lain.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lingga, Bukit Tua Rayanto Gultom, membenarkan bahwa kasus DBD di Lingga mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.

“Kasus DBD sampai bulan ini ada 72 kasus, didominasi 62 kasus di wilayah Kecamatan Singkep, sisanya ada di Daik dan Singkep Barat,” kata dr Bukit baru-baru ini.

Menurut data Dinas Kesehatan PPKB Lingga, sebagian besar penderita DBD saat ini merupakan anak-anak.

Kondisi tersebut membuat pihaknya mengimbau masyarakat, agar lebih waspada dan memperhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Untuk menekan penyebaran kasus, Dinas Kesehatan bersama lintas sektor telah melaksanakan kegiatan gotong royong dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak di seluruh kecamatan melalui masing-masing puskesmas.

“Kegiatan ini serentak dilaksanakan di kecamatan-kecamatan lainnya se-Kabupaten Lingga melalui puskesmas dan lintas sektor,” jelasnya.

Kegiatan gotong royong tersebut dilakukan dengan membersihkan saluran air, menutup tempat penampungan air.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved