Kamis, 30 April 2026

Request Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, KPK Edukasi 7.809 Kades Cegah Korupsi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebelumnya meminta KPK untuk mengedukasi ribuan kepala desa (kades) se-Jateng untuk pencegahan korupsi.

Tayang:
TribunBatam.id/Dok Pemprov Jateng
Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wagub Jateng), Taj Yasin Maimoen bersama Forkopimda menghdiri Bimtek Desa Antikorupsi di Aula Kantor Inspektorat Provinsi Jateng, Senin (26/9/2022). Selain Wagub Jateng, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron memberi edukasi kepada 7.809 kepala desa se-Jawa Tengah. 

KPK Dampingi Ribuan Kades di Jateng Perangi Korupsi

SEMARANG, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 7.809 kepala desa di Jawa Tengah (Jateng) mendapat edukasi tentang pencegahan korupsi oleh KPK RI.

Edukasi kepada 7.809 kepala desa di Jawa Tengah oleh KPK itu, digelar secara hybrid serta berlokasi di di Aula Kantor Inspektorat Provinsi Jateng, Senin (26/9/2022).

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen dan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron ikut hadir dalam edukasi 7.809 kepala desa se-Jawa Tengah dalam agenda bertajuk Bimtek Desa Antikorupsi.

Acara tersebut itu diikuti 7.809 kepala desa/perangkat secara online dan perwakilan kades dari 29 desa, yang nantinya didapuk sebagai Desa Antikorupsi.

Wakil Ketua KPK RI Nurul Ghufron mengatakan, edukasi Desa Antikorupsi merupakan tindak lanjut dari permintaan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di Gowa Juni 2022, saat ajang penghargaan 10 desa antikorupsi.

Baca juga: Ganjar Pranowo Fokuskan APBD P Pemprov Jateng untuk Bantuan Dampak Kenaikan BBM

Secara Nasional, Desa Banyubiru di Kabupaten Semarang didapuk sebagai desa antikorupsi tingkat nasional.

Data KPK RI dari tahun 2012-2021 kasus korupsi dana desa di Indonesia mencapai 601 kasus.

Dari jumlah itu, 686 kades telah terseret.

"Pak Gubernur minta agar di setiap desa ada piloting (Desa Antikorupsi) tahun lalu ada satu (Desa Banyubiru-Kabupaten Semarang). Sekarang ada sekitar 26 masing-masing sudah ada desa percontohan antikorupsi," jelas Nurul.

Ia mengatakan, Desa Antikorupsi mengacu pada dua hal.

Pertama komitmen pemdes melayani rakyat dan tata kelola pemerintahan yang partisipatif, akuntabel dan transparan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, potensi korupsi oknum kades atau perangkat desa mungkin terjadi bila tidak ada integritas.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Hakim Agung yang Korupsi Ada Dua, Menko Polhukam Sebut Jangan Dilindungi

Ini karena, pemerintah pusat menganggarkan dana desa dengan jumlah yang fantastis.

Selain dana desa adapula bantuan provinsi yang ditujukan untuk pengembangan desa mulai dari ketahanan, sarana prasarana hingga peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Catatannya, sejak 2017 Dana Desa untuk Jawa Tengah selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Tahun 2015 Dana Desa untuk Jateng sebesar Rp 2,2 triliun, 2016 Rp 5 triliun, 2017 Rp 6 triliun, 2018 Rp 6,7 trliun, 2019 Rp 7,8 triliun.

Sedangkan untuk 2020-2022 jumlahnya ajeg Rp 8,1 triliun.

"Saya berharap, panjenengan semua, karena ini sudah di era keterbukaan maka kita juga ikut antisipasi terhadap permasalahan antikorupsi di pemerintahan kita masing-masing," tuturnya saat menyampaikan sambutan.

Yasin menyinggung kasus dugaan korupsi yang sempat menyasar Kades Tlogotuwung, Kecamatan Randublatung-Blora.

Baca juga: Jadi Perhatian Jokowi, Pengacara Minta Dokter KPK Datangi Papua Untuk Periksa Lukas Enembe

Kades tersebut diduga menyelewengkan Dana Desa 2019-2021, hingga menyebabkan kerugian Rp 648 juta.

Menurutnya, modus yang digunakan oknum kades masih konvensional.

Mereka me-mark up, program fiktif, pemotongan anggaran dan pembelian barang tak sesuai spesifikasi.

"Ada catatan di Kabupaten Blora penangkapan terhadap oknum Kades. Nah kemarin dengan program satu OPD satu desa binaan kita (pemprov) ke sana memberikan edukasi dan memberikan digitalisasi. Saya harap perangkat desa jangan apa kata kades, tapi perangkat juga untuk pengawasan bersama," urainya.

Selain perangkat, masyarakat juga diharap ikut mengawasi.

Pemerintah desa juga diminta terbuka dengan mengumumkan bantuan atau proyek yang sedang dikelola desa.

Baca juga: Anak Jamintel Kejagung RI Jadi Korban Tewas Kecelakaan Tol di Jateng

Kades Sendang, Kabupaten Wonogiri Sukamto Priyowijoyo, menyambut baik adanya Bimtek Desa Antikorupsi.

Menurutnya, jauh sebelum adanya acara itu, wilayahnya sudah menerapkan keterbukaan kepada masyarakat.

Desa yang pada 2021 didapuk sebagai juara satu Keterbukaan Informasi Publik Nasional, membanjiri website desanya http://sendang-wonogiri.desa.id/ , dengan berbagai informasi.

Mulai dari Peraturan desa sampai potensi produk UMKM.

"Tidak hanya lewat spanduk, kami memberikan informasi lewat digital. Bisa lewat WA Group, baliho dan website desa terkait segala bentuk kegiatan kami ada di situ," ungkap Sukamto

Terdapat 29 desa di Provinsi Jawa Tengah  yang didapuk sebagai desa calon percontohan antikorupsi.

Setelah menerima bimbingan teknis, mereka akan diukur dan dinilai oleh KPK apakah layak menyandang desa antikorupsi.

Mereka dipilih dari total 7.809 desa di Jawa Tengah.

Baca juga: Momen Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Dampingi Presiden Jokowi di UNS Surakarta

Desa-desa itu adalah, Desa Pandansari (Brebes) Desa Rembul (Tegal), Desa Bojongnangka (Pemalang).

Desa Paningaran (Pekalongan), Desa Kemiri Barat (Batang), Desa Sidorejo (Blora), Desa Tegalsambi (Jepara).

Desa Jepang (Kudus), Desa Banyuurip (Rembang), Desa Kutoharjo (Pati), Desa Banyuurip (Boyolali).

Desa Sendang (Wonogiri), Desa Ngunut (Karanganyar), Desa Tangkil (Sragen), Desa Jeblog (Klaten).

Desa Cemani (Sukoharjo), Desa Sudagaran (Banyumas), Desa Sijenggung (Banjarnegara).

Desa Karangbawang (Purbalingga), Desa Maos Lor (Cilacap), Desa Karanggedang (Purworejo).

Desa Logede (Kebumen), Desa Tanurejo (Temanggung), Desa Semayu (Wonosobo).

Desa Karangrejo (Magelang), Desa Sraten (Sraten), Desa Ngampel Wetan (Kendal).

Desa Jatilor (Grobogan), dan Desa Sumberejo (Demak).(*/TribunBatam.id)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved