Minggu, 19 April 2026

BERITA CHINA

Heboh Kabar Kudeta Presiden China Xi Jinping, Sejumlah Pakar Angkat Bicara

Presiden China Xi Jinping dikabarkan berada dalam tahanan rumah setelah mengalami kudeta. Sejumlah pakar angkat bicara mengenai kabar itu.

foto via Zeenews
Jenderal Militer Li Qiaoming (kiri) dan Presiden China Xi Jinping (kanan). 

CHINA, TRIBUNBATAM.id - Nama Presiden China Xi Jinping semakin ngetop.

Tepatnya setelah kabar kudeta Presiden China Xi Jinping yang semakin ramai diperbincangkan.

Dari kabar yang santer terdengar, Presiden China Xi Jinping disebutkan berada di bawah tahanan rumah.

Sementara Jenderal Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), LI Qiaoming disebut telah menggantikannya.

Menurut outlet berita Nikkei Asia, Li Qiaoming dianggap sebagai pesaing sebagai anggota Komisi Militer Pusat China, sebuah panel dengan otoritas atas keputusan militer.

Baca juga: Kenal dari Sosial Media, Wanita Diduga Dirudapaksa WN China, Kini Laporan Korban Dihentikan

Rumor tersebut juga menyatakan bahwa tidak ada penerbangan di atas Daerah Otonomi Tibet pada Sabtu (24/9/2022).

Desas-desus ini juga dihembuskan secara masif oleh akun-akun Twitter India, termasuk seorang politisi bernama Subramanian Swamy.

Sebagian besar pakar China menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kudeta di China di tengah rumor liar yang beredar di media sosial.

Dilansir Outlook India, seorang pakar China, Aadil Brar mencatat bahwa Xi kemungkinan menjalani karantina setelah kembali dari KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO).

Melalui akun Twitter-nya, Senin (26/9/2022), Brar menggarisbawahi bahwa rumor kudeta militer terhadap Xi tidak benar.

Baca juga: Mantan Wakil Menteri China Terseret Kasus Suap Dapat Penangguhan Vonis Hukuman Mati

Dia juga mencatat bahwa desas-desus mengenai kudeta militer terhadap Xi berasal dari media luar China.

Brar juga membagikan visual briefing publik oleh pejabat senior China, menunjukkan bahwa pemerintah berfungsi normal.

Sementara Dosen Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) Nur Rachmat Yuliantoro mengatakan, isu kudeta ini mungkin berkaitan dengan Kongres Nasional Partai Komunis China (PKC).

Menurutnya, kudeta di negara otoriter seperti China terbuka luas. Akan tetapi, kondisi berbeda mungkin bisa terjadi pada pemerintahan Xi Jinping.

"Sepanjang lebih dari 40 tahun terakhir, Xi Jinping telah menjadi pemimpin terkuat China pasca-Mao. Adalah benar bahwa PKC terdiri dari berbagai faksi, termasuk yang tidak menyukai kepemimpinan Xi, tetapi faksi-faksi ini sejauh ini bisa diredam," kata Rachmat kepada Kompas.com, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Ramalan Shio 2023, Inilah Zodiak China Paling Cocok dengan Kelinci

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved