Rabu, 29 April 2026

TRAGEDI KANJURUHAN

Keluar Dari Tragedi Kanjuruhan, Pria Ini Kabur Sambil Gendong Anak Ditengah Keributan

Seorang suporter bernama Doni (43) mengaku panik dan lari sambil menggendong anaknya setelah laga Arema Vs Persebaya ricuh. Kepanikan penonton di Stad

Editor: Eko Setiawan
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Aremania membopong korban kericuhan saat laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). 

TRIBUNBATAM.id, MALANG - Kepanikan penonton di Stadion Kanjuruhan digambarkan oleh seorang korban.

Dia adalah Doni, ketika Tragedi Kanjuruhan tersebut ia bersama kakak dan anaknya menonton pertandingan tersebut.

Dalam pertandingan itu ia merasakan pedihnya gas air mata dan kabur sambil mengendong anaknya.

Namun sayang, walaupun dia dan anaknya selamat, kedua kakaknya yang merupakan suami istri menjadi korban Tragedi Kanjuruhan.

Berikut cerita Doni selamat dari kericuhan maut tersebut:

Baca juga: TERUNGKAP Penyebab Suporter Meninggal Dalam Tragedi Kanjuruhan, Terinjak dan Berdesakan

Baca juga: Sepakbola Indonesia Disorot Dunia Usai Tragedi Kanjuruhan, Gas Air Mata Jadi Sorotan

Cerita korban Arema Vs Persebaya disemprot gas air mata setelah rusuh pasca pertandingan terungkap. 

Seorang suporter bernama Doni (43) mengaku panik dan lari sambil menggendong anaknya setelah laga Arema Vs Persebaya ricuh. 

Doni dan suporter lain tak sanggup menahan perihnya gas air mata dan secepatnya berusaha keluar dari Stadion Kanjuruhan, Malang. 

Naas, meski Doni selamat, dua orang saudaranya tewas dan masuk dalam daftar 130 korban jiwa yang melayang. 

Saudara Doni itu merupakan pasangan suami istri yakni Muhammad Yulianton (40) dan Devi Ratnasari (30). 

Yulianton dan Devi adalah warga asal Jalan Bareng Raya 2G, Kota Malang yang juga mengajak anaknya Muhammad Alfiansyah (11) menonton bola. 

Doni mengatakan, ada 20 warga RT 14/RW 8 Kelurahan Bareng yang menonton pertandingan tersebut di Stadion.

"Kami menonton di tribune 14," ujar Doni kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (2/10/2022).

Setelah pertandingan berakhir, kondisi ricuh di dalam stadion.

Awalnya, kericuhan terjadi di tengah lapangan tapi tak lama kemudian kericuhan mengarah ke bagian tribune penonton.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved