Breaking News:

TRAGEDI KANJURUHAN

Desakan Pencopotan Kapolda Jatim, Dinilai Gagal Lakukan Pengamanan di Kanjuruhan

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut saat ini tim investigasi bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bekerja berdasarkan fakta-fakta

Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBANJARMASIN
Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Banyak desakan dari masyarakat untuk mencopot Kapolda Jawa Timur (Jatim) usai Tragedi Kanjuruhan yang menelan banyak korabn.

Sebelumnya seorang kapolres sudah di copot dari Jabatannya oleh pihak kepolisian.

Menanggapi hal tersebut,  Mabes Polri buka suara terkait munculnya desakan pencopotan Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Nico Afinta.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut saat ini tim investigasi bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bekerja berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. 

"Tim investigasi yang dibentuk oleh Pak Kapolri ini bekerja berdasarkan fakta hukum," kata Dedi dalam konferensi pers, Selasa (4/10/2022). 

Sementara terkait pencopotan Kapolda Jatim, keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Kapolri. 

"Kita tidak berandai-andai dan tentunya keputusan nanti di Bapak Kapolri," ujarnya. 

"Jadi kita tidak berandai-andai. Saya menyampaikan update dari hasil tim sidik, kemudian dari propam, itsus, itu saja yang bisa saya sampaikan."

Sebelumnya, sejumlah pihak menilai Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta patut dicopot dari jabatannya. Salah satu yang mendesak terkait hal tersebut, yakni Amnesty Internasional.

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid menilai, Nico dinilai pantas bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan yang telah menewaskan 131 orang.

"Kapolda Jawa Timur Layak dimintai tanggung jawab termasuk dicopot jika memang gagal atau tidak mengambil tindakan yang layak dan diperlukan untuk mencegah kejadian tersebut, atau tidak segera menindak anggotanya yang menyebabkan banyak kematian warga," kata Usman Hamid dikutip dari Kompas.com,  Selasa. 

Menurut Usman, pencopotan itu diperlukan karena Nico memegang unsur keamanan tertinggi di wilayah Jatim.

Oleh karena itu, ia menilai, sudah sepatutnya Nico bertanggung jawab penuh atas keselamatan masyarakat, terutama di Stadion Kanjuruhan. 

Diberitakan sebelumnya, kericuhan di Stadion Kanjuruhan, terjadi setelah pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya, Sabtu (1/10/2022) malam.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved