Three C Peduli Penderita Kanker, Jumlahnya Naik Selama Covid-19
Three C Ajak Masyarakat Periksa Kesehatan, Pasien Penyakit Kanker Meningkat Selama Pandemi Covid-19.
Three C Ajak Masyarakat Periksa Kesehatan, Pasien Penyakit Kanker Meningkat Selama Pandemi
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tingginya angka kematian yang disebabkan penyakit kanker, membuat Yayasan Circle Of Blessing (COB) yang menaungi 3C yaitu Cancer Care Centre bergerak melakukan penyuluhan sekaligus pemeriksaan IVA.
Penyuluhan dan pemeriksaan dihadiri sekitar 350 orang diadakan di YZ Campus Batam di Center Park, Sabtu (22/10/2022).
Kegiatan itu dilakukan 3C bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Batam.
Pada kesempatan tersebut Pembina Yayasan Circle Of Blessing (COB) Pendeta Hanny Andries memperkenalkan apa dan kenapa lahir 3C.
Three C ini lahir di bawah Yayasan Circle Of Blessing (COB).
Baca juga: Tanda Kanker Vagina yang Wajib Diketahui Wanita dan Cara Mendiagnosisnya
Yayasan ini berdiri setelah melihat langsung selama masa pandemi bagaimana pemerintah tergopoh gopoh untuk menyelamatkan masyarakat Indonesia dengan daya dan dana yang tidak kecil.
“Kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pertolongannyalah kita masih bisa hidup di negeri ini dan kita melihat pemerintah tetap konsisten memperhatikan rakyatnya,” kata Pendeta Hanny.
Ia mengatakan satu bangsa yang kuat kalau memiliki masyarakatnya yang kuat.
Satu bangsa bisa maju kalau masyarakatnya juga mendapat kesehatan.
Ia menyebut berdasarkan data laporan WHO yang dikutipnya tahun lalu bahwa ada 13,1 juta pada 2030 diperkirakan mengalami kematian karena terpapar penyakit kanker.
Sedangkan di Indonesia tahun 2020 ada 234 orang meninggal karena kanker.
Masalah kanker itu sudah menjadi beban yang sangat besar jadi sebuah bencana sosial bukan hanya kesehatan tapi merambah sampai ke masalah ekonomi.
Sebenarnya kanker itu sudah lebih mudah diatasi kalau saja masyarakat itu teredukasi dengan baik, apalagi dengan adanya teknologi.
Baca juga: Ibu Gading Marten Meninggal, Mantan Ibu Mertua Gisel Sempat Kanker Paru-paru Stadium Akhir
“Melihat ini semua muncul gagasan kami bahwa bicara kesehatan itu bukan masalah tentang pribadi atau hanya tanggung jawab pemerintah ataupun tenaga medis, tapi juga menjadi tanggung jawab tokoh masyarakat dan tokoh agama. Pemerintah kita juga serius untuk mencegah terutama kanker salah satu pembunuh utama,” paparnya.
Ia juga mengatakan bahwa kanker salah satu penyakit yang harus dikemo untuk penyembuhannya dan apabila dikemo sangat menyakitkan.
Karena itu pihaknya ingin berperan serta untuk pencegahan dari situlah lahir gagasan cancer care centre.
“Kami mencarikan solusi mencoba berbuat sesuatu untuk pencegahan. Kalau orang sudah kena walau punya BPJS tentu tidak cukup akan sulit karena biaya cukup besar. Karena itulah kami mengadakan penyuluhan dan memberikan edukasi. Tentang penyuluhan ini kami juga mengerti betapa sulitnya masyarakat untuk diedukasi karena kurangnya pemahaman orang terkait kanker. Bahkan dianggap penyakit memalukan dan penyakit kutukan sehingga mereka merasa malu takut jika kena kanker,” jelasnya.
Ia menyebut COB bersama 3C ingin bertekad dan datang menjemput bola sebagai sebuah panggilan sebagai umat Tuhan untuk bersama- sama membantu dengan segala konsekuensinya.
Baca juga: Warga Tanjungpinang Derita Kanker Ucap Syukur Setelah Walikota Beri Bantuan
Kemudian disamping pencegahan ada pendampingan kalau mereka sudah kena kanker tentu berpikir langit sudah seperti mau runtuh.
Karena itu para survival-survival perlu memberikan dorongan memberikan konseling informasi -informasi pengobatan yang terbaik.
3C menjadi pilar utama pencegahan, pendampingan dan konselor untuk memberikan support.
“Saya harap ke depan mari kita terus sama-sama bergandeng tangan 3C biarlah menjadi bagian daripada mitra dinas kesehatan,” paparnya.
Ia juga berharap tetap semangat dan mengajak kelompok-kelompok yang lain dalam waktu waktu mendatang untuk ikut dalam kegiatan penyuluhan tersebut.
Sementara drg Mirna Ultra Florida Tobing pegawai Puskesmas Lubuk Baja yang ikut melakukan pemeriksaan di YZ Campus mengatakan kegiatan itu cukup positif.
Ada dua bidang di Dinkes yang terlibat yakni Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (P2PTM dan Keswa) dan Bidang Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Batam.
Baca juga: Tanda Umum dan Khas Kanker Otak yang Perlu Diwaspadai
“Saya sebagai tim medis sangat mendukung panitia yang melakukan kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan IVA. Sebanyak 350 orang yang hadir dan yang melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 198 orang. Kami dari tim medis merasa terbantu dengan kegiatan yang dilakukan 3C itu. Selama ini banyak masyarakat yang merasa bahwa cancer ini aib dan penyakit memalukan, namun dengan adanya 3C tentu sangat membantu sekali” kata drg Mirna.
Ketua 3C, Wellyms Tobing menyebut setelah pandemi banyak jemaat yang kena kanker.
“Saya sebagai ketua ingin memberikan edukasi kepada teman-teman karena saya sudah pernah mengalami kanker beberapa tahun lalu. Kami bentuk tim dan kami mengunjungi mereka yang kena kanker sebagian belum berani menyampaikan karena takut dan merasa itu aib dan takut menghadapi kemo,” paparnya.
Ia mengatakan dalam menjalani kemo itu akan cepat prosesnya dan diberi kekuatan dan pendampingan.
Selama masa kemo supaya mereka bisa menjadi kuat.
Baca juga: 5 Tips Memakai Skin Care yang Benar untuk Cegah Kanker Kulit
Dengan pendampingan ini mereka jadi kuat karena tidak sendiri.
Hingga kini ada 20 orang lebih baik perempuan maupun laki-laki yang kena kanker dan selalu dikunjungi untuk menguatkan mereka.
“Kami minta agar mereka memeriksakan diri untuk cepat penangannnya. Himbauan saya jangan takut untuk memeriksakan diri sekalipun kita merasa nyaman lebih baik kita mencegah dan perlu hati gembira agar sel kanker itu cepat lenyap dari tubuh kita,” katanya. (Tribunbatam.id/Sihat Manalu)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Pengurus-Tree-C-sesi-foto-bersama.jpg)