Jumat, 24 April 2026

Program OJK ini Tingkatkan Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2022

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyebut indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat meningkat pada tahun 2022.

TribunBatam.id
Indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat mengalami peningkatan, menurut hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Foto petugas OJK memberikan edukasi tentang investasi saham dan keuangan di stand OJK dalam Festival Investasi Indonesia (investival) di Atrium DC Mall, Batuampar, Batam, Provinsi Kepuauan Riau, Jumat (28/10). foto diambil sebelum pandemi covid-19. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat mengalami peningkatan, menurut hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapun hasil SNLIK tahun 2022 menurut Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68 persen, dan inklusi keuangan sebesar 85,10 persen.

Nilai ini meningkat jika dibandingkan hasil SNLIK tahun 2019, yaitu indeks literasi keuangan hanya 38,03 persen, dan inklusi keuangan sebesar 76,19 persen.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan, SNLIK bertujuan memetakan indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat, termasuk literasi keuangan digital.

Proses pengambilan data SNLIK 2022 dilaksanakan mulai Juli hingga September 2022 di 34 provinsi yang mencakup 76 kota/kabupaten dengan responden sejumlah 14.634 orang berusia antara 15 sampai 79 tahun.

Baca juga: BI Gandeng OJK dan Disperindag Kepri Sosialisasikan Perlindungan Konsumen di Batam

Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka dibantu dengan sistem Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI).

"Hasil SNLIK diharapkan dapat menjadi dasar bagi OJK dan seluruh stakeholders dalam membuat kebijakan, menyusun stratgegi, dan merancang produk/layanan keuangan yang sesuai kebutuhan konsumen serta bisa meningkatkan perlindungan masyarakat," ujar Friderica dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Sabtu (5/11/2022).

Ia menjelaskan, upaya OJK untuk meningkatkan inklusi keuangan di tengah masyarakat selama ini, antara lain melalui gelaran Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang berangsung selama Oktober 2022 lalu.

Kegiatan BIK 2022 ini meliputi beberapa aktivitas seperti pemberian kredit atau pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil melalui business matching; penjualan produk dan layanan jasa keuangan berinsentif (pemberian diskon, cashback, poin, bonus atau reward).

Kemudian pameran jasa keuangan, pembukaan rekening, polis, efek dan lainnya.

Baca juga: Kepala OJK Kepri Yakin Masih Banyak Peluang Pembiayaan Jika Resesi Melanda 

Termasuk kampanye dan publikasi program literasi dan inklusi keuangan serta perlindungan konsumen.

Bulan Inklusi Keuangan memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaan masyarakat terhadap produk dan/atau layanan jasa keuangan.

Harapannya, dapat mendorong pencapaian target inklusi keuangan sampai 90 persen pada tahun 2024, serta mendukung pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, juga mengharapkan, BIK dapat memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

Serta membuka akses keuangan untuk sektor Perbankan, Pasar Modal, Perasuransian, Lembaga Pembiayaan, Pegadaian, Dana Pensiun, Fintech, serta e-Commerce.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved