Kamis, 30 April 2026

BERITA VIRAL

Warga Pontianak Jadi Korban Tewas Peluru Nyasar Oknum Polisi

Wakapolresta Pontianak mengungkap peluru nyasar oknum polisi yang menewaskan seorang warga murni pda Rabu (2/11/2022) murni kelalaian anggota.

Tayang:
TribunBatam.id via TribunPontianak.co.id/TRI PANDITO WIBOWO
Istri Almarhum Muhammad Soewardi Sembiring di kediamannya, Jalan Nyi Ageng Serang, gang Tengkawang 5/6 Kota Pontianak, Kamis 3 November 2022. Pria 48 tahun itu menjadi korban peluru nyasar oknum polisi yang bertugas di Satlantas Polres Pontianak. 

Frangky Marpaung merupakan anggota Satlantas Polres Pontianak.

Baca juga: Tiga Oknum Polisi di Medan Berusaha Rampok Motor Warga, Kabur Setelah Digertak Korban

“Bersama saudara kami di sini, hadir dari rasa hati yang paling dalam menyampaikan turut berbela sungkawa. Kami datang, mohon kami dimaafkan, khususnya bagi anak kami Frangki atas kesalahannya,” ujar Ramses saat mengucapkan belasungkawa mewakili Frangki.

Ramses Marpaung untuk meminta maaf kepada keluarga korban.

Ia berharap agar ke depan keluarga besar almarhum Soewardi bisa menerima silaturahmi dari keluarga besar Frangky Marpaung.

“Harapan kami Bu dan keluarga besar Tarigan, di hari yang akan datang, besok, lusa atau minggu depan mohon kami diterima untuk bersilaturahim dengan keluarga besar Tarigan dan Sembiring di rumah ini,” tutur Ramses.

Mewakili keluarga besar, Ramses mendoakan agar keluarga korban yang ditinggalkan diberi ketabahan, kekuatan, dan almarhum dapat diterima di sisi yang Maha Kuasa.

“Sekali lagi kami mohon maaf, sekali lagi mohon diterima ya bu dan keluarga besar. Sekian dan terima kasih, turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ujar Ramses.

Nurwahyuni Tamara istri almarhum Soewardi dengan suara lirih menahan isak tangis menuturkan bahwa yang telah terjadi merupakan takdir yang Maha Kuasa.

“Yang telah terjadi tentunya adalah takdir Allah. Apapun yang bergerak, apapun yang telah terjadi di hari kemarin, telah merenggut nyawa kepala rumah tangga di rumah ini, sebagai tulang punggung atas kelalaian anak bapak, sehingga anakku jadi anak yatim. Namun begitu, berlapang dadalah kami, karena ajal itu datang dari Allah, jalannyalah yang kita tidak tahu,” tambah Nurwahyuni.

Baca juga: Pemuda 18 Tahun Tewas Diduga Ditembak Oknum Polisi Polres Belu, Aparat Jaga Ketat Ruang Jenazah

Ia mengatakan, dirinya beserta keluarga menerima permohonan maaf dari keluarga Frangky. Kendati demikian, dirinya meminta agar proses hukum dapat berjalan dengan sebagai mana mestinya.

“Kami sekeluarga menerima permintaan maaf bapak dari keluarga Marpaung. Walaupun proses hukum harus tetap berjalan sesuai pasal yang ada,” imbuhnya.

Untuk itu, Nurwahyuni berharap atas apa yang menimpa suaminya bisa menjadi pelajaran bagi pihak kepolisian untuk selalu berhati-hati ke depan.

PERIKSA Seluruh Senjata

Wakapolresta Pontianak AKBP N.B. Darma menyampaikan bahwa kasus peluru nyasar dari senjata personel Satlantas Polresta Pontianak merupakan kelalaian personel.

"Ini murni karena keteledoran dan tidak taat SOP dari anggota kami. Sebagai tindaklanjut personel tersebut berinisial F akan di proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi," ujarnya Wakapolres saat konfresi pers di Polresta Pontianak Rabu 2 November 2022.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved