BERITA POLITIK

Prabowo Subianto Disebut Beruntung Gabung di Kabinet Jokowi, Jadi ajang Limpahan Suara

Masuknya Prabowo Subianto ke dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) setelah kalah dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, mulanya

Editor: Eko Setiawan
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Rapimnas Gerindra di SICC, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022). Partai Gerindra dan PKB secara resmi menyatakan berkoalisi untuk pemilu 2024. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Bergabungnya Praboso Subianto dalam kabinet Indonesia Maju setidaknya memuluskan langkahnya maju dalam pemilihan presiden 2024 mendatang.

Hal itu terbukti dari hasil Survei nasional yang dilakukan Indostrategi.

Dari hasil Survei menunjukkan adanya limpahan suara dari pemilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pasca Prabowo Subianto memutuskan untuk bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju di 2019.

Masuknya Prabowo Subianto ke dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) setelah kalah dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, mulanya terdapat pro dan kontra dari pendukung masing-masing.

Namun saat ini, berdasarkan temuan survei Indostrategi, sebesar 79,2 persen menyatakan setuju terhadap pilihan politik Prabowo untuk bergabung dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf di tahun 2019. 

Baca juga: Depan Warga Tanjunguncang Batam, Rudi Janji Tuntaskan Masalah Air Bersih

Baca juga: Pakar Hukum Sebut Kabareskrim Diserang Bertubi-tubi, Ada Kelompok yang Terganggu

"Dugaan saya, publik berharap polarisasi politik bisa dihentikan ketika Prabowo masuk ke dalam kabinet," ujar Direktur Indostrategi, Arif Nurul Imam pada launching temuan survei nasional Indostrategi bertajuk 'Peta Dukungan Capres Jelang Pemilu 2024,' Senin (7/11/2022).

Sementara itu, yang menyatakan tidak setuju sebesar 14,54 persen, sisanya menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Arif mengatakan, isu pengkhianatan Prabowo terhadap konstituen juga bisa terbantahkan dengan data ini. Hal itu dikarenakan, mayoritas atau hampir 80 persen setuju Prabowo bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

Dari survei juga ditemukan, sebanyak 41,1 persen pendukung Jokowi-Ma'ruf setuju jika Prabowo bergabung di pemerintahan. 

Sementara sebanyak 17,3 persen menyatakan tidak setuju Prabowo bergabung di kabinet Jokowi-Ma'ruf. Sisanya tidak tahu atau tidak menjawab persoalan Prabowo bergabung di pemerintahan.

Dari pemilih Prabowo yang saat itu dipasangkan oleh Sandiaga Uno (pendukung Prabowo-Sandi) sebesar 58,9 persen menyatakan mendukung Prabowo bergabung di pemerintahan jokowi maruf. 

Sementara 15,8 persen tidak setuju Prabowo bergabung dengan Jokowi-Maruf. Sisanya menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Arif menilai dari data ini dapat dilihat sejatinya kekecewaan terhadap Prabowo itu bisa jadi hanya letupan kecil, karena dari data yang menyatakan setuju sebanyak 79,2 persen.

"Ini dari kombinasi data dari pendukung Jokowi-Ma'ruf dan pendukung prabowo-sandi. Kalaupun dari pihak prabowo ada yang kecewa, tapi justru dapat limpahan suara dari pendukung jokowi-maruf yang menyatakan setuju Prabowo masuk dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf ini," ujarnya. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Prabowo Subianto Dapat Limpahan Suara dari Pemilih Jokowi-Ma'ruf Sebab Masuk Kabinet Indonesia Maju

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved