Kisah Guru di Kaltim Lewati Sarang Buaya Setiap Hari untuk Bisa Mengajar
Melalui hari guru nasional, guru di Kaltim bersama muridnya berharap ada perhatian pemerintah dalam transportasi laut mereka.
BALIKPAPAN, TRIBUNBATAM.id - Hari Guru Nasional yang dirayakan oleh seluruh tenaga pengajar di Indonesia hari ini menjadi harapan bagi Angga Eko Pambudi bersama muridnya.
Lewat Hari Guru Nasional ini, tenaga pengajar di SDN 021 Balikpapan Barat, Kalimantan Timur ini berharap pemerintah memperhatikan fasilitas para guru dan murid untuk akses ke sekolah.
Guru agama dan muridnya yang berada di Balikpapan, Kaltim ini tidak ingin kejadian buruk yang pernah mereka alami terulang kembali dan membuat para murid kembali trauma untuk berangkat sekolah.
Sejumlah guru setiap harinya berangkat dari dermaga milik TNI di Kampung Baru Ujung, Balikpapan Barat.
Bagaimana tidak, mereka harus mengarungi Perairan Teluk Balikpapan yang merupakan habitat buaya.
Baca juga: LINGGA Zona Merah Serangan Binatang Buas, Sebagian Buaya Dikirim ke Batam
Hanya menggunakan kapal klotok, mereka menuju SD Negeri 021 yang berada di kawasan Kariangau, Balikpapan Barat.
"Saya harap armadanya lebih ditingkatkan lagi, pelampungnya disediakan, karena kemarin itu gak ada pelampungnya. Lalu kalau bisa ada armada juga menuju darat, sehingga tidak harus lewat laut," harapnya.
Rute air merupakan yang terpendek dan tercepat dibanding menggunakan jalur darat karena harus memutari dua kecamatan.
Dengan kondisi seperti ini, guru agama di SD Negeri 021 Balikpapan Barat, Angga Eko Pambudi mengaku harus bangun pagi untuk menuju dermaga.
Sebab pada pukul 07.00 Wita, kapal akan berangkat menuju dermaga Teluk Waru, Balikpapan Barat bersama guru lainnya dan murid yang tinggal di kawasan Kampung Baru.
"Kami semua harus tiba di dermaga sebelum pukul 7. Sebab kalau tidak ya ditinggal. Karena kapalnya cuma satu kali aja. Jadi yang enggak hadir dianggap enggak masuk sekolah. Karena sampai di dermaga sana nanti kita harus jalan kaki lagi ke dalam sekitar 30 meter," ujarnya saat dihubungi Kompas.com pada Jumat (25/11/2022).
Baca juga: Pelajar SDN Mentuda Lingga Ikuti ANBK di Hutan Gegara Kesulitan Internet
Perjalanan menuju sekolah memakan waktu kurang lebih 20 menit.
Dalam perjalanan, kapal klotok yang mengangkut puluhan orang itu melintas di perairan Teluk Balikpapan serta hutan mangrove.
Bukan pemandangan asing bagi Angga dan para murid melihat penampakan buaya.
Hal ini lah yang membuatnya takut bahkan hingga saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pelajar-gunakan-berangkat-sekolah_20160222_211441.jpg)