Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Polisi Geledah Kantor KSP Karya Bhakti Batam terkait Dugaan Penggelapan Dana Nasabah

Penggeledahan yang dilakukan penyidik menyusul naiknya status laporan dari LPM ke LP terkait dugaan penggelapan dana nasabah KSP Karya Bhakti Batam

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Penyidik kepolisian dari Polresta Barelang saat menggeledah kantor KSP Karya Bhakti Belakangpadang Batam terkait kasus dugaan penggelapan dana nasabah, Jumat (2/12/2022) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penyidik Unit 2 Tipikor Polresta Barelang memasang garis dilarang melintas di Kantor KSP Karya Bhakti yang terletak di Jalan Merdeka Blok 1 No.4 Pertokoan, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, Jumat (2/12/2022).

Hal tersebut dilakukan menyusul ditingkatkannya status laporan dari Laporan Pengaduan Masyarakat (LPM) ke Laporan Polisi (LP) terkait kasus dugaan penggelapan-dana-nasabah' title=' penggelapan dana nasabah'> penggelapan dana nasabah KSP Karya Bhakti.

Tak cuma itu, sejumlah dokumen dan Personal Computer (PC) juga turut disita penyidik kepolisian sebagai barang bukti.

Polisi melakukan pemeriksaan di semua ruangan di KSP Karya Bhakti yang berlantai dua itu sebelum menyita sejumlah barang bukti.

Sejumlah karyawan juga dimintai keterangan.

Menurut Kanit 2 Tipikor Polresta Barelang, Iptu Jaya Tarigan, sejauh ini sedikitnya sudah sekitar 30 saksi yang diperiksa terkait dugaan penggelapan dana nasabah KSP Karya Bhakti.

Baca juga: Anggota DPRD Batam Minta Polisi Usut Dugaan Penggelapan Dana Nasabah KSP Karya Bhakti

"Kami datang hari ini untuk menindaklanjuti pengaduan dari para nasabah," ujar Iptu Jaya.

Dari hasil pemeriksaan di Kantor KSP Karya Bhakti itu, lanjutnya, polisi menemukan sejumlah fakta.

Satu di antaranya, fakta bahwa uang nasabah yang menjadi tabungan sudah tidak ada.

Iptu Jaya menyebutkan, hal itu mengindikasikan adanya penggelapan yang dilakukan oleh pegawai KSP.

Menjawab pertanyaan apakah ada keterlibatan pengurus KSP Karya Bhakti dalam dugan penggelapan-dana-nasabah' title=' penggelapan dana nasabah'> penggelapan dana nasabah, saat ini pihaknya sedang mendalami keterlibatan pengurus KSP.

"Siapapun yang ikut menikmati uang akan bertanggungjawab. Kami juga akan mendalami ke mana aliran dana itu, dan apakah ada yang menjadi aset yang bisa disita untuk mengganti uang nasabah. Mudah-mudahan bisa kita temukan," ujarnya.

Dikatakannya, bahwa setelah laporan polisi terbit hari ini, paling lama satu bulan ke depan pihaknya sudah bisa menentukan siapa yang bertanggungjawab atas penggelapan dana nasabah tersebut.

Baca juga: 72 Nasabah KSP Karya Bhakti Belakang Padang Batam Ngaku Rugi Rp 3,4 Miliar

Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap nasabah, disebutkan bahwa kerugian keseluruhan mencapai Rp 5 miliar.

Iptu Jaya menegaskan, bahwa dalam perjalanan kasus ini sama sekali tidak ada intervensi dari pihak mana pun.

"Justru kami sangat mendorong dan bisa merasakan apa yang dirasakan para nasabah. Penyidik juga akan proaktif melakukan pemeriksaan ke Belakangpadang jika saksi atau korban memiliki keterbatasan," katanya. (TRIBUNBATAM.id/bereslumbantobing)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved