PARIWISATA KEPRI AMAN

Menelusuri Wisata Sejarah di Senggarang, Kini Jadi Pusat Pemerintahan

Kawasan Senggarang di Tanjungpinang tak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan. Lokasi ini juga menyimpan wisata sejarah dan religi di Kepri.

TribunBatam.id/Rahma Tika
Jembatan Sei Carang yang akan dilewati saat menuju Senggarang. Selain dikenal sebagai pusat pemerintahan, pulau di Kepri ini menyimpan wisata sejarah dan religi. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Kawasan Senggarang di Tanjungpinang kini dikenal sebagai pusat pemerintahan.

Namun Senggarang dulu dikenal sebagai kawasan pecinan tertua di ibu kota Provinsi Kepri itu.

Mayoritas penduduk Senggarang dulu hingga kini didominasi masyarakat Tionghoa dan masyarakat umum yang sampai saat ini masih menghuni tempat tersebut.

Menurut sejarah, Senggarang merupakan pemukiman tua yang dibangun oleh komunitas Cina suku Teow Chew pada abad ke - 18 sekitar tahun 1722.

Senggarang sendiri lokasinya berada di seberang Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Senggarang menyimpan banyak saksi sejarah peninggalan orang - orang zaman dahulu.

Baca juga: Pemandian Air Panas Dabo Destinasi Wisata Kepri Andalan di Lingga

Sejumlah peninggalan ini pun kini menjadi lokasi wisata masyarakat Tanjungpinang.

Seperti klenteng dan vihara, selain itu ada juga rumah peninggalan bersejarah Letnan Tan Soe Lie.

Selain menjadi pusat pemerintahan Kota Tanjungpinang, Pulau Senggarang juga menjadi objek wisata bagi masyarakat Kepri.

Ketika memasuki kawasan Senggarang, akan kita jumpai jembatan yang dikenal dengan sebutan Sei Carang.

Berbicara mengenai sejarah Senggarang tentu tak ada habisnya.

Banyak objek wisata yang bisa kita kunjungi di sini.

Di Senggarang dalam satu kawasan terdapat 7 rumah ibadah yaitu masjid Al Huda, Surau Al Hidayah.

Kemudian gereja Santa Maria Goretti, komplek klenteng Tao Sa Kong, vihara Dharma Sasana, dan vihara Tirta Maitrea.

Baca juga: Pesona Pulau Ayam Destinasi Wisata Kepri di Anambas

Ketujuh rumah ibadah ini, tiga diantaranya masuk dalam kawasan cagar budaya tak bergerak.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved