LINGGA TERKINI
Harga Sayur di Lingga Menjelang Natal Masih Tinggi, Petani Ungkap Sebabnya
harga sayur di Lingga mahal jelang Natal dan tahun baru. Petani mengungkap penyebab yakni ongkos kirim, harga pupuk dan lainnya
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Harga Sayur di Lingga menjelang Natal masih tinggi.
Seorang petani di Kecamatan Singkep Barat, Indrian mengungkap tingginya harga sayur di Lingga menjelang Natal itu.
Menurutnya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan harga sayur di Lingga masih tinggi menjelang Natal.
Mulai dari harga pupuk yang masih tinggi dan faktor musim penghujan membuat petani tradisional maupun hidroponik terkena imbas.
"Harga pupuk dari beberapa bulan lalu masih tinggi, selain harga ongkos kirim juga tinggi," kata Indrian kepada TribunBatam.id, Selasa (13/12/2022).
Baca juga: Harga Cabai Belum Turun, Harga Sayur di Tanjungpinang juga Ikut Naik Jelang Idul Adha
Pria yang merupakan petani hidroponik ini menjelaskan, meski harga naik tidak signifikan.
Namun sangat berpengaruh bagi kebutuhan masyarakat.
Apalagi untuk petani tradisional lanjutnya, akibat musim penghujan pasokan di pasar berkurang.
Sehingga berimbas naiknya harga sayur.
"Harga sawi yang saya jual naik Rp 2 ribu per ikat, saya terpaksa jual di pasar lebih mahal dari biasanya karena faktor pupuk naik harga juga," kata dia.
Dia mengungkapkan, hampir semua jenis pupuk khusus nutrisi tanaman hidroponik mengalami kenaikan.
Baca juga: DIPICU Harga Sayur, Inflasi Batam Selama September 2021 Capai 0,33 Persen
Sementara itu, petani lain Didin mengatakan, bahwa saat ini beberapa sayur rata-rata naik.
Mulai dari sawi, terong, bayam, mentimun hingga beberapa jenis sayur lainnya.
Harga sayur yang biasanya dia jual satu ikat dengan harga Rp 4 ribu menjadi Rp 6 ribu atau Rp 5 ribu di pasaran.
Dalam satu ikat, biasanya terdiri dari tiga batang pohon, seperti bayam misalnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Harga-Sayur-di-Lingga-Menjelang-Natal-Tahun-Baru.jpg)